Al-Ghazali dan Tesis Kemunduran Peradaban Islam
Ketika ulama bersekutu dengan penguasa, perkembangan ilmu pengetahuan cenderung mempet.
Ketika ulama bersekutu dengan penguasa, perkembangan ilmu pengetahuan cenderung mempet.


Menurut Imam al-Mawardi: Ketika dijumpai orang yang menebarkan ilmu syariat sementara ia tidak kompeten, ia harus dicegah sebelum ia menipu masyarakat


Menurut al-Ghazālī, hanyalah orang-orang terpilih yang mampu mengemban jabatan pemimpin secara amanah. Itu sebabnya pula, Allah sangat mencintai para pemimpin yang adil dan menjalankan amanahnya secara benar.


Saya jujur dengan hati dan lisan saya bahwa [kualitas] satu hari yang dilalui oleh Imam Ghazali sama seperti [kualitas] seluruh umur hidupku.


Karya-karya Sunan Bonang yang dapat dijumpai hingga saat ini dapat dikelompokkan menjadi dua: Sulūk-sulūk dan karangan prosa.


Kitab Ihyā’ termasuk jenis karya targhīb atau etika. Autentisitas ragam dalil yang dikutip tidak harus ketat layaknya kitab mengenai akidah dan fikih. Penerapan kriteria sama untuk karya tasawuf dengan keduanya sama saja dengan membandingkan apel dengan jeruk.


Allah yang menampakkan tanda-tanda-Nya melalui manusia dan alam semesta dapat dikenali. Ia hadir dan dekat dengan kehidupan kita. Tetapi Allah yang mutlak tetaplah tak dikenal. Pada tataran ini, tidak ada yang mengenal Allah kecuali Allah.
![[Resensi] Kitab Kimia Kebahagiaan Abu Hamid al-Ghazali [Bag 2 Habis]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/f15023112.jpg)
![[Resensi] Kitab Kimia Kebahagiaan Abu Hamid al-Ghazali [Bag 2 Habis]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/f15023112.jpg)
Mengapa risalah ini diberi pokok judul “kimia”? Rupanya, di zaman dahulu ada kepercayaan bahwa bahan kimiawi tertentu dapat mengubah logam biasa menjadi emas. Bahan kimiawi seperti ini tentu amat mahal harganya dan langka. Kadangkala bahan kimiawi itu disebut "belerang merah".
![[Resensi] Kitab Kimia Kebahagiaan Abu Hamid al-Ghazali [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/f15023112.jpg)
![[Resensi] Kitab Kimia Kebahagiaan Abu Hamid al-Ghazali [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/f15023112.jpg)
Proses menelaah berbagai macam pengetahuan dimulai ketika manusia mendapatkan pengalaman dalam kesehariaannya pada alam sekitar. Proses ini kemudian disebut oleh al-Ghazālī sebagai idrāk atau consciousness.


Doa Nabi Khidir as ini diyakini mampu melembutkan hati dan mendatangkan kasih sayang dalam kehidupan

