






Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Karya Kiai Thoifur mencapai empat puluh tiga kitab. Kitab-kitab tersebut mayoritas ditulis dengan bahasa Arab, di samping ada yang berbahasa Indonesia dan madura yang mengkaji berbagai macam disiplin ilmu.

Faqihuddin Abdul Kodir memiliki pandangan yang menarik mengenai hal ini, dalam kitab Manba‘ al-Sa’ādah, dimana ia memandang akad pernikahan adalah akad kebolehan (‘Aqd al-Ibāhah).

[Serat Wulangreh Pupuh Gambuh] Dalam bait ini dijelaskan ciri-ciri pemuda yang memiliki sifat ujub dan takabur. Di antaranya tidak dapat menyimpan rahasia, suka dengan sanjungan.
![Serat Wulangreh Pupuh Gambuh Sebagai Manifestasi Ajaran Islam [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-65-1-825x510.png)
[Serat Wulangreh Pupuh Gambuh] "ketika seseorang menyombongkan dengan apa yang mereka miliki, mereka akan mati dengan sendirinya".
![Serat Wulangreh Pupuh Gambuh Sebagai Manifestasi Ajaran Islam [2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-65-1-825x510.png)
Serat Wulangreh yang ditulis oleh PB IV ini dijadikan sebagai media berdakwah sang raja untuk menyampaikan ajaran agama Islam terutama yang ada dalam pupuh Gambuh.
![Serat Wulangreh Pupuh Gambuh Sebagai Manifestasi Ajaran Islam [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-65-1-825x510.png)
Syaikh Wahbah al-Zuhaili menyebutkan bahwa seseorang yang menyebarkan hoax atau aib dan kejelekan orang lain di hadapan publik akan disiksa baik di dunia maupun akhirat.

Setiap kali ada yang menegurnya agar berhenti berpikir takfiri, ia tambah keras kepala. Baginya, ia telah “menyatu” dengan Alquran. Ia menganggap bahwa meragukan dia sama dengan meragukan Alquran itu sendiri.

Madrasah Boleh Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya

90% Mahasiswa UIN Bandung Dapat Keringanan UKT 10%. Ada juga mahasiswa yang dapat pemotongan 20%. Kalian dapat potongan berapa?

Sunan Bonang menegaskan bahwa fana’ yang dimaksudkan bukanlah peleburan atau kesirnaan jasad, namun hati.
