






Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Banyak akademisi-ahli menilai prosedur pemilihan Abu Bakar merupakan konsep demokratis, karena didasarkan pada asas kompetisi dan partisipasi publik. Tiga tahapan yang dilalui dalam proses pemilihan Abu Bakar, yaitu pencalonan, kompromi antar-kelompok, dan baiat.

Grand Syeikh Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, M.A., menilai tokoh al-Azhar yang satu ini menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama, nilai-nilai kebangsaan, dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Sejatinya, bagi mereka yang memang rajin bekerja, cepat merespon berbagai masalah yang berkaitan dengan pekerjaannya, mereka ini lah pekerja yang memiliki integritas yang baik

Para sufi biasa menyebut al-samā‘ sebagai usaha menyimak suara bermelodi atau musik. Mereka menekankan pentingnya samā‘ sebagai media—untuk tidak mengatakan satu-satunya media—yang bisa mempengaruhi hati.

Di masa pandemi Corona ini, kiranya nilai kesabaran dalam menghadapi cobaan seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim relevan untuk kita tiru.
![[Khutbah Idul Adha] Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Perjuangan Kita Melawan Covid-19](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/ezgif-2-87baa0d7cffb-825x510.png)
Berikut ini bukti-bukti bahwa Islam adalah agama damai, bukan agama perang.

Terlihat tragis memang saat dua hati yang saling mencintai terhalang oleh tembok raksasa keyakinan yang berbeda. Antara cinta atau mempertahankan keyakinan
![[Cerpen]: Dilema Cinta Beda Agama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-17-1-825x510.png)
Kebanyakan dari diri kita terkadang mencemaskan tentang kondisi hari esok yang tidak diketahui akan seperti apa.

Istilah jihad sering digunakan untuk membungkus suatu tindakan kekerasan, sehingga tampak bernuansa agama.

Setiap kutipan dalam al-Muntakhabāt telah diberi catatan kaki dan penyebutan sumber dalam indeks dan daftar pustaka. Hal demikian ini agar seorang penulis tidak tergolong sebagai plagiator (muntahil).
