









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Salah satu pilar solidaritas yang dapat menyatukan di era pandemi Covid-19 adalah gerakan filantropi. Ia akan menjadi penyanggah masyarakat dalam meringankan berbagai himpitan sosial dan ekonomi saat ini.
![Solidaritas Filantropis di Masa Pandemi Covid-19 [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/038397100_1493095419-Filantropi.jpg)
Tidak ada yang salah dengan ketaatan dalam beragama. Namun, tak perlu menanggalkan rasio, karena rasio adalah perangkat yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia.

Kalau ada yang bertanya kepadaku, apa kriteria calon istri ideal menurutku, maka akan kujawab: Syaratnya hanya satu. Perempuan itu harus pintar. Cantik tidak apa-apa.

Syeikh Ali Jum’ah adalah sosok ulama moderat yang sangat berpengaruh di Timur Tengah yang pendapat-pendapatnya sering dirujuk dalam menyikapi problem fikih di masyarakat.

KHR Asnawi Kudus adalah seorang ulama yang sastrawan. Sajak-sajak beliau banyak yang berbahasa Arab dan juga Bahasa Jawa, karya tulis beliau “Fasholatan” menjadi rujukan oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat sampai saat ini.

Penelitian kliktivisme Islam ini sebenarnya ingin menguji tren perkembangan post-Islamisme pada gerakan-gerakan Islamis di Indonesia dengan cara melihat wacana dan metode gerakan yang disebarkan melalui jejaring sosial baik luring maupun daring. Berbagai aktivisme Islam secara umum memainkan pola aktivisme luring (offline activism) dan aktivisme daring (online activism) sehingga terbentung kait-kelindan yang dinamis (dynamic interplay) antara […]
![Tadarus Litapdimas [6]: Islamic Clicktivism; Internet, Demokrasi, dan Gerakan Islamis Kontemporer](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/islam-dan-demokrasi-diindonesia-825x500.jpg)
Pandemi global ini seharusnya memperkuat kesadaran akan pentingnya solidaritas dan kerjasama antar-manusia, baik sebagai warga negara maupun warga dunia.

Buku Dari Membela Tuhan ke Membela Manusia: Kritik Atas Nalar Agamaisasi Kekerasan” yang akan didiskusikan dalam “Tadarus Litabdimas” kali ini (28 April 2020) dilatari oleh pengamatan dan refleksi penulis atas kehidupan beragama di dunia dan di Indonesia khususnya yang ditandai dengan kekerasan, baik kekerasan wacana seperti menuduh orang lain kafir, musyrik, mubdi’, thaghut maupun kekerasan […]
![Tadarus Litapdimas [5]: Membela Manusia dalam Perspektif Teks Keagamaan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/politics-religion-1516033282-3819-800x510.jpg)
Bila otoritas keagamaan roboh, maka konsekuensinya sangat fatal. Kekacauan akan terjadi di ranah keagamaan. Sayangnya lagi, otoritas baru sebagai pengganti otoritas lama belum hadir.
![Tadarus Litapdimas [4]: Beragama untuk Manusia](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/images-3.png)
Bersyukur itu mudah jika semuanya berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Tetapi seorang hamba Tuhan yang tulus bersyukur bukan hanya atas apa yang telah diberikan, tapi juga atas apa yang tidak diberikan.
