Mengenal Teori Double Movement Fazlur Rahman
Modernisme bukan hal yang harus ditolak, pun dengan Tradisionalisme juga tidak harus disisihkan. Keduanya bisa dipadukan untuk berjalan beriringan.
Modernisme bukan hal yang harus ditolak, pun dengan Tradisionalisme juga tidak harus disisihkan. Keduanya bisa dipadukan untuk berjalan beriringan.


Selain tipologi Tasawuf Sunni dan Falsafi, khalayak Muslim mengenal istilah Neo-Sufisme atau tasawuf modern. Beberapa akademisi seperti R.S. O’Fahey dan B. Radtke mengkritik istilah ini. Lalu, apakah lebih tepat menyebut Neo-Sufisme sebagai Tasawuf Salafi?


Seandainya Fazlur Rahman masih hidup dan ditanyakan kembali kepadanya mengenai optimismenya tentang Islam Indonesia yang moderat, maka saya tidak terlalu yakin kalau dia masih konsisten dengan ramalannya itu.


Kajian keislaman dari orientalis menyumbangkan gagasan-gagasan besar ilmiah dan ini telah memicu gerakan intelektual terkait studi agama, meskipun tidak dipungkiri bahwa perspektif orientalis sendiri tetap harus diberi catatan-catatan.

