Sujatin Kartowijono Sang Aktivis Kesetaraan Gender dari Yogyakarta
Mendapat perlakuan yang tidak enak dari ayahnya, Sujatin semangat belajar dan ia yakin bahwa yang akan membawa derajat tinggi adalah pendidikan.
Mendapat perlakuan yang tidak enak dari ayahnya, Sujatin semangat belajar dan ia yakin bahwa yang akan membawa derajat tinggi adalah pendidikan.


Al-Quran sebagai pedoman umat Islam sangat memedulikan kedudukan perempuan. Dalam Al-Qur’an, perempuan tidak dijadikan nomor dua tetapi setara dengan laki-laki.


Sebagai sesama manusia, kita harus lebih peka terhadap masalah ketimpangan gender ini karena di negara kita sendiri isu ini masih sangat marak.


Tidak ada perbedaan dalam nilai dan martabat antara seorang pria dan seorang wanita.


Saya mengkritik adanya generalisasi perspektif dengan berkesimpulan kalau perempuan Jawa termarjinalkan atau budaya patriarkinya sangat kentara. Generalisasi ini sangat keliru karena menyamakan adanya perspektif keilmuan gender Barat untuk membaca Timur.


Kepemimpinan perempuan seringkali diperdebatkan dan terhalang berbagai stigma. Bagaimana asal mula lahirnya stigma tersebut? Lalu, bagaimana Islam sebagai rahmatan lil alamin memberikan solusi?


Di ruang publik, wanita dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin.


Data ketimpangan gender global hampir tidak pernah berubah dari zaman ke zaman.


Gus Dur dengan aktor-aktor lainnya telah mulai meletakan pondasi demokrasi dan HAM termasuk kebijakan kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia


Perbedaan buku ini dengan buku lain yang membahas tentang pemikiran dan kebijakan kesetaraan gender pada era Gus Dur adalah penggunaan tolak ukur kekuasaan (power) dan kepentingan (interest).

