Ibn Taimiyyah dan Kristen-Islam Abad ke-20
Pada abad ke-19 dunia Kristen dikagetkan oleh ungkapan yang dilontarkan Carlyle bahwa Nabi Muhammad adalah “hero of humanity” (pahlawan kemanusiaan).
Pada abad ke-19 dunia Kristen dikagetkan oleh ungkapan yang dilontarkan Carlyle bahwa Nabi Muhammad adalah “hero of humanity” (pahlawan kemanusiaan).


Ketika saya tinggal di Filipina, saya mengatakan bahwa saya adalah pastor dan banyak dari anggota keluarga saya memeluk Islam. Mereka heran bahkan merasa sulit untuk percaya. Padahal, hal yang demikian banyak terjadi di negara kita.


Dion Hardi mengaku telah mengucurkan dua belas milyar rupiah untuk membiayai demo anti-Gus Dur tersebut. Fakta seperti itu mengilhami lahirnya sebuah idiom politik-populer, “Maju tak gentar, membela yang mbayar.”
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
Sudah sejak zaman purba, era pra-sejarah, manusia mengaitkan (sejumlah) batu, baik yang berukuran besar maupun kecil, dengan kesucian, maka tak perlu heran jika ada batu-batu tertentu yang menyandang status suci/sakral, dan karena itu mereka hormati.


Risalah Buddha juga mengajarkan bahwa inti dari spirit agama adalah metta, yakni ajaran yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan seperti toleransi, solidaritas, kesetaraan dan tanpa kekerasan.
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
Tinggi rendahnya komitmen seseorang terhadap moderasi sesungguhnya juga menandai sejauh mana komitmennya terhadap nilai-nilai keadilan.
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
Jadi benarkah bahwa ‘agama-agama old’ bakal musnah ditinggal para pengikut atau berubah menjadi agama baru berbasis teknologi dan kecerdasan buatan ? Bagaimana pula Islam menjadi model agama yang masih relevan dianut ‘manusia hibrid’ hasil rekayasa sains ? Ataukah semua syariah harus melakukan re-start atau meng-instal kembali agar tetap bisa bertahan.


“Tetaplah menghormati mereka, meskipun mereka berbeda agama denganmu. Tetaplah seperti biasanya, dan hargailah mereka selalu. Jangan melukai hati mereka, karena agama kita selalu mengajarkan saling menghormati dan menghargai.”


Mengucapkan Selamat Natal ke semua orang, regardless of their religion, bukanlah suatu tindakan ofensif, sebab itu tak lebih dari basa-basi kultural.


Jika ada keinginan kuat dan ada waktu, menurut saya, sikap terbaik adalah mau belajar “keunikan” dan “keistimewaan” kitab suci orang lain untuk “memperkaya” pemahaman kita terhadap kitab suci kita.
![Kitab Suci Agama-agama [Part 2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/iraq_3.jpg)
![Kitab Suci Agama-agama [Part 2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/iraq_3.jpg)