Cerpen: Hati yang Kaya [1]
“Ibuku perna berkata Cit, kita boleh miskin harta nak. Tapi jangan sampai kita punya hati yang miskin”. Itu adalah senyuman paling indah yang Tina berikan padaku. Tak pernah kulihat wajahnya sebercahaya itu.
“Ibuku perna berkata Cit, kita boleh miskin harta nak. Tapi jangan sampai kita punya hati yang miskin”. Itu adalah senyuman paling indah yang Tina berikan padaku. Tak pernah kulihat wajahnya sebercahaya itu.
![Cerpen: Hati yang Kaya [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/Ilustrasi-Hati-yang-Kaya-2-825x510.jpg)
![Cerpen: Hati yang Kaya [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/Ilustrasi-Hati-yang-Kaya-2-825x510.jpg)
Virginia mengutip pendapat kelompok "victim blaming" yang mengibaratkan tubuh perempuan seperti makanan dan pakaian adalah bungkusnya.


Laki-laki yang tidak mampu memenuhi ekspetasi gender masyarakat akan dipandang sebagai lelaki gagal atau tidak berguna. Di titik inilah sebenarnya laki-laki pun adalah korban dari nilai patriarki.


Hadis-hadis yang diriwayatkan oleh sahabat perempuan menunjukkan keterlibatan perempuan dalam berbagai ruang publik


Suatu ketika, Umar sedang berkeliling melihat situasi dan mengontrol keadaan rakyatnya. Samar-samar, Umar mendengar percakapan seorang perempuan penjual susu dan putrinya


Para perempuan ini menjadi bintang-bintang cemerlang yang bersinar terang di saat Eropa sedang gelap gulita


Kini, putrinya dirawat di rumah sakit. Polisi sudah datang dan menanyainya. Laksmi begitu gemetar mendengar putrinya bercerita satu demi satu peristiwa yang menakutkan bagi setiap perempuan.


Selama ini adanya edaran aturan di kampus tentang kekerasan seksual hanya bersifat formalitas semata. Menurutnya, sanksi yang ada di lembaga juga kurang tegas diberlakukan kepada pelaku kekerasan.
![[Press Release] “Saya PTKI, Saya Antikekerasan Seksual”](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Desain-tanpa-judul-4-825x510.png)
![[Press Release] “Saya PTKI, Saya Antikekerasan Seksual”](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Desain-tanpa-judul-4-825x510.png)
Apakah perempuan harus bisa masak? Siapa yang mengharuskan perempuan bisa memasak? Jika pertanyaan ini didasarkan pada prinsip pembagian kerja publik dan domestik, maka harus diketahui bahwa setiap pembagian kerja hanya bisa bersifat adil jika ia diputuskan secara suka rela dan dalam posisi setara.


Pemerintah juga tidak maksimal dalam mengatasi penderitaan para korban perbudakaan seks (Jugun Ianfu) oleh penjajah yang telah berusia lanjut, dikucilkan, bahkan telah tutup usia sebelum harkat dan martabatnya dipulihkan

