Narasi Perdamaian Anti Radikalisme: Dari Pemuda Untuk Indonesia Damai
Kebencian tidak akan mampu menghapus kebencian; hanya cinta yang mampu melakukannya.
Kebencian tidak akan mampu menghapus kebencian; hanya cinta yang mampu melakukannya.


Anak-anak adalah generasi berharga yang harus dirawat bersama, diperhatikan betul nutrisi pendidikan yang didapatnya.


Korban maupun pelaku radikalisme dan ekstremisme bisa menimpa siapa saja, laki-laki maupun perempuan.


Perempuan dapat berperan dalam menyebarkan Islam moderat dan perdamaian diterima oleh masyarakat.


Kelompok Islam fundamentalis bermula sebagai akibat logis dari pemahaman keagamaan yang tidak seimbang antara pemegangan terhadap sakralitas wahyu dan realitas sosial yang berubah.


Perempuan mampu membentuk pertahanan serta early warning system dalam hal radikalisme


Tidak perlu menaruh curiga lebih kepada fakultas eksak yang biasanya dikenal dengan induk radikalisme karena bisa jadi mewarisi kebencian yang akan meledak di kemudian hari.


Jika kaum muslimin tidak bisa menghadirkan Islam dengan wajah Tuhan yang manusiawi, maka Islam akan tinggal kenangan.


Filsafat pada era modern dapat dikategorikan sebagai suatu metode olahraga berpikir (Intellectual Gym), untuk mengasah sekaligus mempertajam daya nalar umat manusia, tidak terkecuali bagi umat Islam untuk menolak doktrin radikalisme.


Manusia dianugerahi ‘nurani’ (نوران), dua pelita, yaitu akal dan hati. Jika dalam diri seseorang pelita itu redup apalagi mati, maka yang tersisa adalah kegelapan. Dan, pada titik inilah kebencian akan lahir sebagai benih-benih terorisme

