Menjadi Muslim Produktif dan Menjauhi Hal yang Sia-sia

Menjadi muslim produktif dengan mengisi waktu untuk membaca Al-Qur’an dan melakukan aktivitas yang bermanfaat.


Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ و الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا الـمـُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٠٥

Hadirin salat Jumat rahimakumullah!

Sebagai seorang muslim, kita terkadang kehilangan identitas. Kaitan identitas muslim, Nabi muhammad saw. pernah menyinggungnya, bahwa muslim itu harus menjadi pribadi produktif dengan kebaikan-kebaikan.

Salah satu hadis yang masyhur sekaligus mutawatir sampai pada kita, hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:(مِنْ حُسْنِ إِسلَامِ الـمَرْءِ تَرْكُهُ لَا يَعْنِيهِ)

“Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad saw. bersabda: Termasuk bukti kebaikan seorang muslim saat ia meninggalkan sesuatu yang tidak berarti baginya.”

Konsep ini nampak sederhana, namun faktanya tidak sesederhana itu untuk kita praktikkan. Rasa-rasanya sulit untuk kita terapkan, terlebih di era media sosial.

Bagaimana tidak sulit, kita kerap kali komentari hal-hal yang di luar wilayah atau otoritas kita, kita juga terlalu mudah ikuti tren-tren yang kurang baik, bahkan kita kerap menyalahkan-memandang remeh orang lain yang berbeda dengan kita. Padahal semuanya itu tidak berarti untuk kita, bukan?

Namun, hadis ini sebetulnya bisa menjadi resep untuk tidak mudah terbawa “arus” algoritma sosial media yang tak karuan; hal positif dan negatif bercampur dalam satu layar gawai. Setidaknya hadis ini bisa menjadi refleksi diri. Apakah yang kita tonton, yang kita nikmati atau yang kita pertontonkan di sosmed itu mengandung kebaikan, faedah atau malah tidak?

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

“Sesuatu yang tidak berarti” yang dimaksud oleh baginda Nabi Muhammad saw. merupakan segala ucapan, perbuatan, termasuk tontonan yang tidak memiliki manfaat atau faedah bagi kita, termasuk segala hal yang diharamkan.

Segala hal yang “berarti” itu bukan melulu tentang viral atau yang mendatangkan materi, melainkan yang memiliki arti dan substansi bagi kehidupan kita baik dalam urusan agama atau dunia.

Selagi kita muslim, prinsip ini perlu kita pegang betul. Andai prinsip ini bisa kita terapkan dalam keseharian kita, maka yang tampak dari perilaku kita adalah ihsan—kebaikan demi kebaikan.

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Termasuk pelajaran penting dari hadis di atas, bahwa menyibukkan diri dengan hal-hal positif itu diperlukan. Syukur bisa memaksa diri dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Dengan demikian, kita bisa menghargai waktu dan umur kita, bukan?

Allah itu sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang berprosesi, produktif, atau yang—berusaha—bekerja. Terdapat riwayat daif dari Imam Thobari, bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda.

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الـمُؤْمِنَ الـمُحْتَرِفَ

“Sungguh Allah itu mencintai seorang mukmin yang berprofesi atau yang mencari pekerjaan.”

Dengan kata lain, usaha sekecil apapun sebagai muslim, dalam produktivitas kebaikan di mata Allah dihitung sebagai amal baik. Nabi Muhammad saw. pun mewanti-wanti kita umatnya untuk kontraproduktif atau nganggur.

كَفَى بِالـمـَرْءِ اِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوْتُ  

“Cukup dianggap berdosa bagi seseorang yang menyia-nyiakan (tidak bekerja) keluarganya yang menjadi tanggung jawabnya.”

Atau kalam Sayidina Hasan yang perlu kita renungkan bersama,

مِنْ عَلَامَةِ إِعْرَاضِ اللهِ تَعَالى عَن العَبْدِ أَنْ يَجْعَلَ شَغْلَهُ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ

“Salah satu tanda ketidakpedulian Allah terhadap hamba-Nya, Allah menjadikan hamba-Nya sibuk dengan hal-hal yang tidak berarti untuk dirinya.”

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Hadis nabi ini sebetulnya juga bisa jadi resep agar hidup semakin berarti atau bahasa kerennya mindfullness. Hal-hal yang tidak berarti bagi kita, sedapat mungkin untuk kita hindari, tanpa itu kita akan selalu tergerus oleh hal-hal yang tidak berfaedah, sehingga membuat kita terasa hampa dalam hidup.

Semoga khutbah singkat ini bermanfaat bagi khotib dan hadirin semuanya, sehingga kita semua bisa menjai muslim yang produktif dalam kebaikan-kebaikan.

أَقوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

0

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.