



Salah satu rukun haji yang utama adalah wukuf di Arafah. Rangkaian ibadah wukuf di Arafah yang akan mengesahkan ibadah haji seseorang. Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah:
“Rasulullah SAW Bersabda: Haji itu Arafah, barang siapa mendapatkan (wukuf) di Arafah, makai a mendapatkan haji (HR. Bukhari-Muslim)”.
Para jemaah haji saat melaksanakan Wukuf di Padang ‘Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan puncak ritual ibadah haji di tanah suci dan menjadi salah satu rukun haji, yang bila ditinggalkan hajinya tidak sah. Kata wukuf berasal dari kata Arab “wuquf” dengan akar kata waqafa berarti berhenti, yang dengan pesan moralnya mengajarkan manusia untuk sejenak meninggalkan aktivitas dunianya selama beberapa jam, yakni berhenti dari kegiatan apapun agar bisa melakukan perenungan jati diri; sedang kata ‘arafah berarti naik-mengenali.
Wukuf di Padang Arafah, pada hakekatnya, adalah suatu usaha di mana secara fisik, tubuh jemaah haji berhenti di Padang Arafah, lalu jiwa-spiritual mereka naik menemui Allah SWT. Di Padang Arafah inilah pula, manusia dapat menemukan ma`rifat pengetahuan sejati tentang jati diri, kesadaran akan langkah-langkahnya, serta akhir perjalanan hidup kelak.
Adapun hikmah Wukuf di Arafah sebagai berikut:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمَلَكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Tiada Tuhan selain Allah yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kekuasaan dan milik-Nya segala pujian, di tangan-Nya lah kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Begitu pentingnya rangkaian ibadah di Arafah ini sehingga wukuf di Arafah menjadi syarat mutlak ibadah haji. Di tempat ini Allah akan mengijabahi doa-doa hambanya sebagaimana Allah mengkabulkan doa para nabi terdahulu di tempat Arafah. Karena di tempat ini sejatinya jasad manusia berdiam diri di tempat dan jiwanya naik ke atas untuk berdoa langsung kepada Allah. Maka, siapapun yang secara khusuk meminta pertolongan kepada Allah, doanya akan diijabahi. (mmsm)
Direktur Pascasarjana UIN SATU Tulungagung; Pengasuh Pondok Pesantren Modern Darul Akhwan Tulungagung; Konsultan Ibadah Haji Daerah Kerja Mekkah 2022