Banjir Sumatra Mengingatkan Pentingnya Menjaga Alam
Banjir yang melanda berbagai wilayah sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam, memadukan perspektif Islam, maqasid syariah, dan tanggung jawab ekologis demi keselamatan warga.
Banjir yang melanda berbagai wilayah sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam, memadukan perspektif Islam, maqasid syariah, dan tanggung jawab ekologis demi keselamatan warga.

Tragedi hidrometeorologi masif di Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar) menjelang akhir 2025 merupakan "panggilan tobat ekologis" yang menuntut pengakuan atas kegagalan kolektif menjaga keseimbangan alam (Mizan) akibat kebijakan materialistik (Ekosyirik).

Dakwah Rasulullah adalah teladan sepanjang masa. Artikel ini mengulas bagaimana dakwah Rasulullah dapat dihidupkan kembali di era media sosial agar tetap relevan bagi masyarakat modern.

Ketika perayaan Hari Guru usai, yang tersisa bukanlah bunga dan ucapan, melainkan kenyataan bahwa guru kembali berjalan sendirian di jalan pengabdiannya.

Ibn Arabi mengajak kita untuk melihat diri kita sebagai ekspresi kemungkinan ilahi. Sartre menantang kita untuk memiliki kebebasan kita tanpa ilusi. Di antara keduanya terdapat ketegangan yang produktif.

Di lingkungan NU, suara paling keras justru seringkali hadir dalam bentuk keheningan. Risalah Syuriyah PBNU yang memberi tenggat kepada Ketua Tanfidziyah bukanlah ancaman terbuka, tetapi isyarat lembut yang hanya dapat dibaca oleh mereka yang mengenal adab politik fikih NU: sebuah peringatan yang halus, namun sarat daya tekan moral.

Temukan ketenangan batin melalui sikap ikhlas dan penerimaan diri, dan menghadapi cobaan dengan hati yang lapang sehingga dapat membawa kedamaian dan kebahagiaan yang lebih mendalam.

Artikel ini membahas fenomena bunuh diri dan absurditas hidup di era modern dengan meninjau tekanan sosial, krisis makna, serta pandangan filsafat Albert Camus. Pelajari faktor penyebab, dampak kesehatan mental, dan cara menemukan makna di tengah tekanan hidup.

Ketika ingatan dibengkokkan untuk mengakomodasi kekuasaan yang bobrok dan nirmartabat, ini jelas berisiko kehilangan kompas etis yang telah dan akan mendasari sebuah bangsa.

Pesantren tetap dibutuhkan karena berperan penting dalam pendidikan, pembentukan adab, dakwah, dan pelayanan masyarakat.
