Semangat Hari Kemerdekaan Indonesia dalam Bingkai Nilai-Nilai Islam
Perayaan atas Hari Kemerdekaan bukan sekadar peringatan masa lalu, tetapi penegasan kembali cita-cita yang terus menginspirasi dan mempersatukan rakyat Indonesia.
Perayaan atas Hari Kemerdekaan bukan sekadar peringatan masa lalu, tetapi penegasan kembali cita-cita yang terus menginspirasi dan mempersatukan rakyat Indonesia.


Tradisi kuliner tajin mera-pote diadakan pada bulan Safar penanggalan hijriah yang memiliki makna nasionalisme, religiusitas, dan sosial.


Agamawan adalah seorang yang berani melawan egonya dan berani melepaskan kepentingan pribadinya demi memperjuangkan kepentingan umatnya.


Penguatan capacity building tidak hanya bicara soal bulliying tapi juga soal penguatan mental.


Jika dikatakan pesantren adalah ladangnya patriarki, maka tidak sepenuhnya bisa disetujui, karena pemahaman patriarki muncul ketika guru yang menjelaskan terlalu literal dalam memahami teks-teks keagamaan.


Kemiripan dalam gagasan al-Jili dengan Ibn Arabi membuat al-Jili dianggap sebagai pelanjut ajaran tasawuf Ibn Arabi, terutama tentang konsep nur Muhammad.


Jika dilihat dari kacamata sosial, hedonisme merupakan gaya hidup toksik yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial.


Dalam menghamba, kita tidak hanya mematuhi perintah dan menjauhi larangannya, tetapi juga mencari makna yang lebih dalam dari setiap tindakan dan keputusan.


Dengan memegang teguh prinsip-prinsip Aswaja dalam bermedia sosial, diharapkan masyarakat dapat menjaga etika dan nilai-nilai luhur, sehingga media sosial dapat menjadi ruang publik yang sehat.


Tanpa adanya kelompok kearifan lokal kita tak akan pernah menghirup udara bersih hingga saat ini.

