Filsafat Jawa: Jalan Kesempurnaan Hidup
Ringkasnya, filsafat Jawa identik dengan jalan hidup untuk mencapai kesempurnaan.
Ringkasnya, filsafat Jawa identik dengan jalan hidup untuk mencapai kesempurnaan.


Tujuan manusia sejati adalah mencapai kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat dengan mengenal dan mengabdi kepada Allah.


Dengan ilmu, umat Islam dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, dan dapat mencapai cita-cita keadilan, kemaslahatan perdamaian, dan kemakmuran bersama.


Nabi kita tak pernah sekali pun mengajarkan kita untuk bersikap rasis terhadap sesama.


Di era Nabi Muhammad juga banyak dijumpai perempuan-perempuan hebat yang memiliki peran penting dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan kehidupan sosial dan keagamaan.


Toleransi itu mahal (costly tolerance), karena makna toleransi bukan hanya sekadar menerima perbedaan, melainkan menerima perbedaan itu secara tulus.


Gus Dur mengatakan bahwa masyarakat yang benar-benar islami harus ditandai dengan rasa empati dan kepedulian terhadap kelompok rentan dan minoritas.


Dalam menyikapi sesuatu sebaiknya seseorang harus berada dalam posisi tengah-tengah, tidak cenderung maju dan juga tidak mundur.


Mari untuk mengheningkan cipta sejenak memikirkan kondisi pendidikan kita saat ini, apakah sudah sesuai dengan cita-cita luhur atau belum.


Seorang Muslim dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman keagamaan mereka dan membantu membangun dunia yang lebih baik.

