Gratia Wing Artha Alumnus Progam Magister Sosiologi UNAIR

Harmoni Toleransi Beragama: Pemahaman Agama dan Integrasi Keberagaman dalam Konteks Ke-Indonesia-an

2 min read

toleransi
sumber: sonora.id

Agama di Indonesia dapat dikatakan sangat beragam, dan dari keragaman ini sering kali mengakibatkan perselisihan atau konflik sosial tersendiri bagi masyarakat. Dapat dikatakan bahwa masyarakat kita merupakan masyarakat yang penuh akan konflik.

Mungkin, bagi sebagian orang, agak sulit menerima keberagaman agama dan perbedaan agama. Namun, ini tidak menjadi persoalan yang rumit bila masyarakat memahami makna beragama secara bijaksana. Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya pemaknaan akan toleransi dalam beragama, yang akan berpengaruh besar pada kerukunan masyarakat dalam beragama nantinya.

Yang perlu ditekankan disini adalah memahami dengan benar ajaran agama yang dapat mengokohkan persatuan dan kesatuan nasional. Dengan upaya ini, terkikislah rasa curiga dan permusuhan terselebung antarumat beragama.

Saya rasa yang diperlukan adalah upaya memahami agama dengan benar dan baik. Dengan begitu, akan muncul keramahan dalam beragama. Bagi sebagian kelompok, kerukunan agama hanya dianggap sebagai sebuah utopia. Namun, akan dapat terjadi dengan adanya kompromi dan saling memahami bahwa perbedaan beragama merupakan sebuah mandat keberagaman manusia yang tidak dapat dipungkiri.

Perlu ditekankan disini bahwa pemahaman agama yang baik dan kerukunan agama akan membawa pada integrasi nasional. Bahkan, hal ini sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan masyarakat.

Yang perlu ditekankan disini adalah menghormati bahwa keberagaman agama merupakan daulat yang sudah ada pada manusia. Tentunya, hal ini tidak dapat dipungkiri karena manusia pada dasarnya dalam segala hal beragam, termasuk dalam hal ini keberagaman agama dan kepercayaan. Dari sini yang perlu diperhatikan adalah pemahaman akan arti agama yang mengarah pada kesejahteraan sosial.

Saya mengatakan perlu adanya pemahaman agama dengan tafsir sosial dengan tujuan agar pemeluknya dapat saling memahami makna keberagaman agama. Secara filosofis keberagaman agama sebenarnya merupakan gambaran dari karakter manusia.

Baca Juga  Kritik untuk Orang-orang NU

Dalam hal ini, dengan adanya keberagaman agama sebagai pemahaman bahwa manusia memiliki beragam pola pikir. Perlu adanya penafsiran keberagaman agama dalam konteks ke-Indonesia-an. Dalam hal ini adalah menyelaraskan pemahaman agama dalam kearifan budaya masyarakat Indonesia.

Perlu kiranya untuk memahami keberagaman agama dalam perspektif ke-Indonesia-an, menyelaraskan agama dan kebudayaan Indonesia, sehingga akan terlahir refleksi atau kebijaksanaan akan kemajemukan agama, dan ini akan membawa masyarakat menuju toleransi beragama dan kesadaran keberagaman agama dalam nilai toleransi ke-Indonesia-an.

Pemahaman ke-Indonesia-an mengenai agama dapat tercapai bila ada saling perundingan dan pemaknaan akan kebaikan dari adanya keberagaman agama. Yang perlu ditekankan dalam hal ini adalah membawa ajaran agama dalam integrasi dan pemahaman akan toleransi.

Selebihnya, yang diperlukan adalah pemaknaan akan toleransi keberagaman agama, yakni semua pemeluk agama saling menghormati di tengah perbedaan. Karena dengan adanya saling menghormati akan keberagaman, para pemeluk agama akan membawa kebaikan, yakni bersatu dalam keberagaman.

Sekiranya, masyarakat memahami bahwa ajaran agama yang dibawa oleh para wali, orang suci, dan misionaris di Indonesia pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan toleransi yang diselaraskan dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an. Itulah mengapa perlu adanya pemahaman akan  agama sebagai wadah persatuan dan kesatuan seperti yang dikatakan oleh Soekarno.

Keberagaman merupakan sebuah rahmat dari Tuhan yang harus diterima oleh manusia. Dengan adanya keberagaman, akan tercapai hubungan yang baik antarumat beragama. Dari sini masyarakat harus dapat berpikir lebih terbuka agar dapat menjadikan agama kedamaian dalam kehidupan sosial.

Mungkin, itu dapat dikatakan sebagai tugas yang cukup sulit. Akan tetapi, hal itu dapat terwujud bila ada saling toleransi dan saling menghormati keanekaragaman agama yang ada di Indonesia di mana juga menghormati kepercayaan-kepercayaan lokal yang dianut oleh para penghayat.

Baca Juga  Polemik Cadar: Apa Benar Cadar Identik dengan Radikalisme-Terorisme?

Melalui toleransi beragama, masyarakat dapat hidup dalam harmoni sosial, sehingga antarumat beragama tidak saling mencerca salah dan benar, melainkan dapat saling bersatu dalam pemaknaan toleransi yang akan membawa masyarakat pada persatuan yang erat.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah keberagaman agama di Indonesia merupakan karunia. Maka, masyarakat harus dapat menjadikan keberagaman agama sebagai kekuatan toleransi. Dengan adanya toleransi, Indonesia menjadi lebih harmonis.

Tentunya, perlu adanya pemahaman agama yang saling menghormati dan pemaknaan agama yang cinta kasih. Inilah yang akan menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam bingkai toleransi beragama di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa dengan adanya pemahaman agama yang kuat akan toleransi dapat menjadikan negara dalam keharmonisan. Tidak ada kebencian dalam praktik beragama, tetapi yang ada ialah kasih sayang dalam beragama.

Dengan adanya kasih sayang dalam beragama, terbangunlah toleransi beragama yang nantinya akan menguatkan persatuan masyarakat Indonesia dalam kemajemukan agama. [AR]

Gratia Wing Artha Alumnus Progam Magister Sosiologi UNAIR