Indonesia Darurat Intoleransi
Berbagai kasus intoleransi terjadi hingga pertengahan 2025 disebabkan karena mayoritarianisme agama tertentu.
Berbagai kasus intoleransi terjadi hingga pertengahan 2025 disebabkan karena mayoritarianisme agama tertentu.


Dalam bahasa sehari-hari, toleransi sering dipuji sebagai keutamaan mendasar dari masyarakat demokratis. Toleransi diserukan dalam pidato politik, kurikulum sekolah, dan dialog antaragama sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan, terutama dalam konteks keberagaman. Namun, di balik permukaannya yang tampak terbuka dan damai, gagasan toleransi itu sendiri menyembunyikan kebenaran yang tidak mengenakkan. Toleransi mengandung benih-benih ketidaksetaraan dan dominasi […]


Jakarta – Moderasi beragama menjadi agenda penting dalam menjaga harmoni sosial, kebhinekaan, dan perdamaian di masyarakat Indonesia yang multikultural dan multireligius. Peraturan Presiden (Perpes) Moderasi Beragama Nomor 58 tahun 2023 bahwa Kementerian Agama (Kemenag) RI menjadi institusi yang menjadi leading sector implementasi moderasi beragama yang dengan berkolaborasi antar lintas sektor, termasuk media. Sub Direktorat Bina […]


Penerimaan terhadap kelompok rentan tidak hanya terwujud dalam teori atau ucapan, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.


Keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk bersatu dalam perbedaan, hidup saling menghormati, dan merayakan kebersamaan. Karena hanya dengan toleransi, persatuan bangsa dapat terus terjaga.


Gen Z menunjukkan harapan baru bagi masa depan Indonesia dengan sikap toleransi tinggi terhadap perbedaan agama, suku, dan budaya. Generasi ini, didukung media sosial dan lingkungan multikultural, menjadi modal penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif.


Buku ini memberikan pemahaman Islam dapat menjadi dasar bagi masyarakat yang damai dan harmonis.


Idealnya Penghayat Kepercayaan memiliki perwakilan di FKUB. Sayangnya, Sejauh ini Rancangan Perpres tentang Pemeliharan Kerukunan Umat Beragama (PKUB) yang disusun sejak 2023, belum mengakomodir desakan sebagian kalangan untuk memberikan perwakilan Penghayat Kepercayaan.


Perlu kiranya untuk memahami keberagaman agama dalam perspektif ke-Indonesia-an, menyelaraskan agama dan kebudayaan Indonesia.


Siapa menyangka, Jawa Timur (Jatim) yang adem-ayem, guyub-rukun itu, tiba-tiba dilaporkan sebagai salah satu provinsi yang paling intoleran di Indonesia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapa yang paling bertanggung Jawab atas situasi ini?

