Nur Hasan Alumnus Islamic Studies, International University of Africa, Sudan. Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Beberapa Tempat Belajar Islam pada Masa Rasulullah

2 min read

Selama menjalaskan tugas kenabian, Kanjeng Nabi Muhammad saw mempunyai banyak tugas untuk menyampaikan dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Arab pada waktu itu. Salah satu tugas beratnya adalah mendakwahkan Islam, sebagai ajaran baru di tengah ajaran-ajaran lama yang sudah ada serta mendakwahkan bahwasanya Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Dalam mendakwahkan Islam tersebut, Kanjeng Nabi mempunyai berbagai metode dakwah yang beliau lakukan baik ketika berada di Mekkah maupun di Madinah.

Salah satu metode dakwah yang digunakan adalah metode pendidikan, yang menjadikan beberapa tempat untuk mendakwahkan Islam melalui pendidikan yaitu mengajarkan ajaran agama Islam kepada orang-orang yang sudah masuk Islam atau yang tertarik dengan Islam. Diantara tempat-tempat tersebut adalah Dar al-Arqam, Rumah Nabi, Al-Shuffah, Dar Al-Qurra, Kuttab, Masjid, Rumah Para Sahabat.

Dar al-Arqam adalah nama lain dari rumah Al-Arqam bin Abu Al-Arqam, yang merupakan salah satu tempat yang dijadikan oleh Kanjeng Nabi untuk berdakwah dan juga mendidik para sahabat yang sudah masuk Islam. Di tempat inilah, salah seorang yang awalnya menentang dakwah Islam justru kemudian masuk Islam, yaitu sahabat Umar bin Khattab.

Dar Al-Arqam sendiri digunakan sebagai tempat berdakwah ketika Kanjeng Nabi Muhammad masih berada di Mekkah. Pada masa inilah beliau memulai berdakwah dengan metode pendidikan yang sebelumnya menggunakan metode personal.

Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya orang yang masuk Islam, sedangkan dakwah Islam selalu diawasi oleh kafir quraisy. Sehingga, beliau menjadikan Dar Al-Arqam sebagai tempat berdakwah dan mengajarkan Islam secara sembunyi-sembunyi.

Tempat pendidikan pada masa Rasulullah selanjutnya adalah rumah Kanjeng Rasul sendiri. Walaupun situasi keamanan di Mekkah tidak stabil, tapi setelah masuk Islamnya Umar bin Khattab orang yang begitu disegani di kalangan masyarakat Makkah. Oleh karena itulah, tempat belajar agama Islam di Dar Al-Arqam dipindahkan ke Rumah Kanjeng Nabi Muhammad saw.

Baca Juga  Ibnu Sina dan al-Razi: Sumbangsih Pemikir Muslim dalam Ilmu Kedokteran

Tempat berdakwah dan belajar Islam selanjutnya adalah Al-Suhffah. Tempat ini sebenarnya adalah ruangan khusus di dalam area masjid yang dibangun oleh Kanjeng Nabi ketika hijrah ke Madinah. Kondisi Madinah yang lebih aman dibanding dengan Makkah, menjadikan proses belajar mengajar di tempat ini lebih nyaman dan kondusif. Di tempat ini, selain Kanjeng Nabi, para sahabat senior yang juga ikut mengajar, seperti Abdullah bin Sa’id bin Al-‘Ash yang mengajarkan baca tulis, dan Ubadah bin Al-Shamit.

Selain Al-Shuffah, di Madinah juga terdapat tempat pendidikan lainnya yang bernama Dar Al-Qurra atau rumah para pembaca, yang asalnya adalah rumah yang milik Malik Makhramah bin Naufal. Di tempat ini, tercatat ada banyak orang yang masuk Islam dan belajar membaca Alquran.

Selain tempat-tempat yang disebutkan di atas, ada juga tempat bernama Kuttab, sebuah tempat belajar Islam di Madinah yang dikhususkan bagi bagi anak-anak yang masih belia.

Sedangkan, secara umum, dua tempat lainnya yang dijadikan tempat belajar Islam pada masa Kanjeng Nabi adalah Masjid dan rumah sahabat. Pada masa itu, masjid selain menjadi tempat beribadah juga digunakan untuk tempat pendidikan, sedangkan rumah sahabat digunakan sebagai tempat pendidikan yang khusus diadakan pada acara-acara tertentu seperti ketika Nabi Muhammad menerima para tamu dari sekitar Madinah.

Misalnya, ketika Kanjeng Nabi mejamu kedatangan rombongan marga Abd Al-Qais dengan ketua rombongannya Abdullah Al-Asyaj yang tinggal selama sepuluh hari di rumah Ramlah binti Al-Harits. Di tempat inilah, setiap malam para tamu tersebut belajar dari sahabat-sahabat Anshar. Selain itu, ketika Kabilah Ghamid datang dan bertamu kepada Nabi saw, mereka juga belajar kepada Ubai bin Ka’ab.

Baca Juga  Panduan Tata Cara Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Itulah beberapa tempat pendidikan yang ada di masa Nabi Muhammad saw ketika mendakwahkkan ajaran Islam. Apa yang dilakukan beliau dalam berdakwah dengan menggunakan metode pendidikan adalah bukti bahwa, sejak awal, pendidikan merupakan suatu hal yang sangat bagi seorang muslim. [AA]

Nur Hasan Alumnus Islamic Studies, International University of Africa, Sudan. Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.