









Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

Nalar toleransi kita sudah sedemikian ruwet akibat dari benturan berbagai nilai yang dianut dan diekspresikan oleh masyarakat.

Banyak orang yang tak perlu berbicara toleransi tapi melakukan kegiatan-kegiatan yang menyatukan dan menyejahterakan bersama.
![[Podcast]Toleransi Tak Sekedar Kata Namun Tindakan Nyata](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2021/11/safe_image.jpg)
Sebagai negara Pancasila, yang bukan negara sekuler maupun negara agama, kita mengharapkan nilai-nilai universal dari agama menjadi pemandu dalam etika dan moral publik.

Toleransi yang ada di Nepal van Java Magelang tidak sekadar toleransi pasif, melainkan toleransi aktif.

Apakah toleransi keberagamaan bagi transformasi sosial memungkinkan untuk dicapai? Jawaban tegas yang bisa diberikan adalah ia sangat mungkin dan optimis tercapai.

Jika manusia menurunkan egoismenya lalu menafsirkan teks suci yang relevan bagi kehidupan bersama maka umat beragama menghadapi apa yang disebut dengan proses transformasi agama

Melindungi kelompok minoritas dan melawan arus besar suara mayoritas seringkali tidak menjadi pilihan seorang politisi karena itu bisa berarti mengarah pada kekalahan dalam sebuah kompetisi politik untuk meraih kekuasaan.

Kisah diskriminasi dengan sentimen etnis, agama, budaya, warna kulit, seks, dan gender terjadi di berbagai belahan dunia sudah ada sejak lama.

Pohon pisang hanya berjuang untuk berbuah walau ia tidak akan menikmati hasil perjuangannya.

Ada baiknya kita melaksanakan janji sesuai dengan apa yang ada dalam perjanjian tanpa menunda lagi
