









Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

Ahmad Zainul Hamdi menjelaskan bahwa moderasi beragama sama sekali bukan pendangkalan akidah.

Simpati pendukung Palestina dipicu oleh hal sederhana: hipokrisi Israel dalam perlakuannya yang diskriminatif terhadap warga Palestina di Israel sendiri.

Sebelumnya: Israel, “Etno-Demokrasi,” … (1) Dalam sebuah debat yang berlangsung di Oxford Union yang berlangsung pada 28 November 2005, Alan Dershowitz, seorang profesor hukum di Universitas Harvard dan pembela gigih Israel (untuk ini ia menulis buku “A Case for Israel”), membela Israel dengah penuh semangat. Bunyi pembelaan Dershowitz kira-kira demikian: “Israel adalah satu-satunya negeri yang […]

Di hadapan Israel, Palestina saat ini adalah “cicak super kecil” di hadapan buaya raksasa.

Untuk menjadi Jawa, tidak perlu rasis. Untuk menjadi muslim, tidak usah fasis. Biasa saja. Urip mung sakmadyo!

Ketupat dibentuk dengan model segi empat, melambangkan 4 tingkat nafsu.

Dalam kesadaran bahwa tidak mudik di masa pandemi adalah pilihan yang sulit. Seperti kita semua tahu, memang, di dunia ini kita tidak hanya dihadapkan kepada pilihan-pilihan yang mudah

Menjadi sangat penting artinya untuk mencari pemikiran-pemikiran baru tentang penyelesaian sengketa Israel – Palestina.

Dalam narasi pertahanan diri, ada kesalahan cara berpikir yang fatal yaitu ekualisasi atau penyamaan kekerasan.

Kenapa para antropolog ini marah? Alasannya jelas: ekualisasi, menyamakan antara dua tindakan kekerasan yang secara kategoris berbeda.
