






Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Jika inisiator RUU HIP ini tidak mendapat implikasi hukum apapun, maka usaha FPI untuk kembali menghidupkan 7 kata dalam Piagam Jakarta harus kita terima dengan segala konsekuensinya.

DR. KH. M. Afifudin Dimyathi, LC, MA, atau biasa dipanggil Gus Awis, termasuk yang mempertahankan tradisi ulama Nusantara, menulis dengan bahasa Arab di era melenial ini.

"Ngelmu syahadat” -- sebuah jalan pengetahuan yang ditempuh justru bukan melalui momen yang membahagiakan dalam hidup, “momen turistik”, tetapi pengalaman yang menyakitkan.

Benarkah NU telah tampil sangat reaktif terhadap ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI) dan Prabowo (sebagai calon Presiden 2019), yang dipandang mengancam kepentingannya? Benarkah kaum Nahdliyyin tidak mencerminkan diri sebagai barisan yang pluralis?

Kebijakan jalur prestasi hafal Alquran jelas merefleksikan perlakukan beda terhadap kelompok sosial dengan status sama, sehingga berdampak pada hambatan bagi mayoritas orang untuk menikmati haknya secara setara.

Jika saat itu kau mencintai khilafah, mengapa hari ini kau mendadak cinta Pancasila. Bagiku itu sebuah taqiyyah dan kemunafikan yang luar biasa.

Risalah Buddha juga mengajarkan bahwa inti dari spirit agama adalah metta, yakni ajaran yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan seperti toleransi, solidaritas, kesetaraan dan tanpa kekerasan.
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
Tinggi rendahnya komitmen seseorang terhadap moderasi sesungguhnya juga menandai sejauh mana komitmennya terhadap nilai-nilai keadilan.
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
Setelah kami memberitahu beliau tentang maksud kami berupa mengumpulkan doa para kiai sepuh Tambakberas, lalu istri berkata meminta doa untuk Mas Has yang sedang sakit. KH. Hannan masuk kamar, berdoa dan membawa air sebotol.

Sejak itu, tak ada satu pun orang yang tahu, Nina mengisi khayalan-khayalan kelakian-remajaku. Hatiku marah kalau ada yang menggodanya atau menjelekkannya.
![Cerpen: Kepedihan yang Indah [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/kata-kata-buat-nembak-cewek-630x380-1-e1593176117245.jpg)