

















Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.



Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.



Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Melalui lagu “Gala Bunga Matahari” kita dituntut untuk mempercayai dan meyakini bahwa kehidupan akhirat itu sudah pasti terjadi.


Momentum hari santri seharusnya dapat dijadikan sebagai refleksi bahwa segenap pengurus, kiai, dan para santri memiliki tanggung jawab penuh untuk menciptakan pendidikan pesantren yang aman, nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai moral dan keislaman.


Keberpihakan Allah kepada Aisyah menjadi bukti bahwa perempuan tetap memiliki hak bersuara.


Kiai kampung telah menanamkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat melalui dakwah juga diimplementasikan dalam kehidupan.


Setiap orang yang berada dalam rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kenyamanan bagi keluarganya.


Batik sebagai warisan budaya perlu untuk dijaga dan di lestarikan.


Ingatkah dulu, saat Bung Karno—bapak proklamator kita—berpihak kepada Palestina? Keberpihakan Bung Karno baik lisan atau upaya konkret jelas dan nyata; dengan tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, menolak Israel untuk bisa ikut sebagai peserta piala dunia, dan berbagai upaya kongkret lainnya.


Paradoks subjektivasi muncul dari peran ganda kekuasaan ini: ia membatasi sekaligus memungkinkan.


Selain sebagai pahlawan, ulama, dan penulis. KH. Raden Asnawi menyampaikan pesan melalui shalawat Asnawiyah kepada kita semua untuk selalu mencintai dan menjaga negara kesatuan Republik Indonesia.


Talal Asad, seorang antropolog terkemuka, menawarkan pemikiran ulang yang kritis tentang Islam melalui konsepnya tentang “tradisi diskursif”.

