Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Saat Umar bin Khattab Memata-matai Khalifah Abu Bakar Ash-Siddiq

53 sec read

Suatu ketika, Umar bin Khaththab memata-matai Khalifah Abu Bakar as-Shidiq yang setiap pagi usai subuh ia pergi ke ujung kota, memasuki salah satu rumah beberapa jam hingga kemudian keluar dan pergi. Terus seperti itu setiap hari. Umar tidak tahu sama sekali siapa pemilik rumah tersebut dan apa yang dikerjakan oleh pimpinan
Islam kala itu.

Waktu terus berjalan, mertua Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang masih menjabat tahta khalifah tersebut masih konsisten menjalani ritual paginya dengan pekerjaan yang ‘aneh’ itu; yaitu pergi ke ujung kota, masuk rumah reot beberapa jam hingga kemudian keluar dan pergi.

Saking penasaran, sayiduna Umar bin Khaththab memutuskan untuk memasuki rumah reot tersebut setelah Khalifah keluar darinya, guna mengetahui siapa penghuninya dan apa yang dikerjakan oleh pribadi agung yang menjabat posisi terpenting dalam Islam setiap pagi.

Ketka ia masuk, yang ia dapati hanya orang tua renta tunanetra (buta) yang tidak mampu bekerja. Umar tertegun. Ia bertanya-tanya tentang apa yang ia saksikan di depan mata dan apa gerangan yang dikerjakan oleh Khalifah setiap pagi dirumah tersebut.

Umar memberanikan diri untuk bertanya, “Apa yang dikerjakan orang laki-laki itu (maksutnya Abu Bakar), nek?”

“Demi Allah, aku tidak tahu sama sekali, nak. Laki-laki itu datang kesini setiap pagi, membersihkan dan menyapu rumahku kemudian ia menyiapkan makanan untukku. Setelah itu ia keluar rumah tanpang bercakap apapun.” Nenek menerangkan.

Mendengar hal ini, Umar jatuh bersimpuh dengan lututnya. Ia menangis menumpahkan air mata haru dan sedihnya. Ia berkata “pemimpin (khalifah) setelahmu nanti tidak akan mampu, wahai Abu Bakar”.

-Syekh Ahmad at-Thayib. Grand Syekh al-Azhar.

Baca Juga  Lebaran dan Psikologi Memaafkan di Tengah Pandemi
Redaksi
Redaksi Redaksi Arrahim.ID