Rida Mahmudah Mahasiswa Aktif Penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag 2021

Jenis Riba yang sering Dipraktikkan, Namun Jarang Disebut dalam Kitab Fikih

1 min read

Ilustrasi dosa riba / pexels/karolina-grabowska/

Dalam agama Islam sangat jelas disebutkan bahwa riba merupakan perbuatan yang dilarang dan diharamkan oleh syariat. Allah swt. membenci orang yang mempraktikkan riba. Dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan:

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Riba sendiri ada beberapa jenisnya, namun dalam tulisan ini saya akan lebih membahas tentang riba al duyun. Secara bahasa, riba berarti ziyadah (tambahan/bertambah) sedangkan duyun merupakan bentuk plural dari kata dain yang berarti “hutang”. Sehingga makna dari riba al duyun adalah al Ziyadah fi Ashli Dain Muqobbila Ajal yang artinya “penambahan hutang pokok dengan imbalan tempo/waktu”.

Riba ini juga disebut dengan riba jahil karena riba jenis ini merupakan riba yang umum dipraktikkan pada masa Jahiliyah. Pada saat itu,sebagian besar penduduk Makkah berprofesi sebagai pedagang yang menjadikan praktik hutang piutang biasa terjadi. Ketika seseorang di masa itu meminjam lalu tidak bisa membayar hutang, mereka biasa meminta tambahan waktu seraya mengakatan bahwa ia akan memberikan tambahan jumlah pembayaran diluar jumlah pokok hutangnya. Mengingat praktik sejenis ini seringkali dilakukan oleh masayrakat Arab masa jahiliyah, maka riba jenis ini juga umum disebut dengan istilah riba jahil.

Selain itu, riba al duyun juga biasa disebut dengan istilah riba jaliy. Dalam bahasa Arab, jaliy berati “jelas”. Istilah ini digunakan karena penambahandalam praktik riba al duyun itu sangat jelas adanya.

Baca Juga  Gus Baha’: Mati Karena Membela Nabi Pasti Syahid, Kalau Selain Nabi Belum Tentu

Pada umumnya, riba jenis ini tidak terdapat dalam kitab-kitab fikih. Ulama fikih terdahulu tidak banyak membahas jenis riba ini dalam kitab-kitab karangannya karena mereka menganggap hal ini telah tercantum dengan sangat jelas dalam Alquran. Berdasarkan hal itu pula, Riba al duyun juga disebut dengan riba Quran. Seperti halnya dijelaskan dalam Q.S. Ar Rum ayat 39 yang berbunyi:

وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَا۟ فِىٓ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرْبُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

Surat Al Baqarah (2) ayat 278-280 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَاإِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَفَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَوَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ وَأَن تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Rida Mahmudah Mahasiswa Aktif Penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag 2021