Naufal Robbiqis Dwi Asta Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Pentingnya Pemahaman Pendidikan Akhlak Islami di Indonesia

3 min read

Mengamati banyaknya kasus di Indonesia tentang murid yang melawan orang tua maupun gurunya, baik seusia anak-anak tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, pastinya akan dapat dimunculkan satu pertanyaan tentang bagaimana kondisi yang demikian bisa terjadi ? Tentu saja salah satu faktornya adalah tentang kurangnya pemahaman terhadap pendidikan yang baik dari para murid-muridnya. Di samping itu, faktor pergaulan dan kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi murid dalam pemahaman terhadap ruang lingkup pendidikannya.

Pendidikan sejatinya dirasa sangat penting bagi kelangsungan manusia untuk menjalani kehidupannya. Pendidikan merupakan proses untuk seseorang dapat mengubah tingkah lakunya menjadi lebih baik melalui adanya pelatihan dan pengajaran. Di samping itu pendidikan juga merupakan proses untuk seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupannya, baik yang sifatnya formal, informal, maupun non-formal. Mendapatkan hak pendidikan di rasa sangat penting karena dengan itu, seseorang dapat membekali dirinya dengan ilmu yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.

Dalam Islam, Allah Azza Wa Jalla banyak memberi isyarat kepada para Muslim untuk mengenyam pendidikan yang banyak dijelaskan dengan perintah untuk mencari serta mendapatkan ilmu. Misalnya saja pada QS. Al-Mujadalah ayat 11 yang mengisyaratkan seorang Muslim untuk dapat mengenyam pendidikan untuk mencari ilmu, dan dengan hal tersebut Allah akan memberikan kelapangan jalan dalam kehidupan bagi orang-orang yang mau menjalaninya. Allah berfirman :

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dijelaskan juga dalam hadits Nabi bahwa sesungguhya menguasai ilmu pengetahuan itu sangatlah penting bagi umat Islam, baik untuk dunia, akhirat, dan kedua-duanya. Imam Ahmad meriwayatkan hadits yang berbunyi:

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR Ahmad)

Lebih jauh terdapat hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah bahwa “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”. Dengan demikian, mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan dengan mengenyam pendidikan sudah sepatutnya dilakukan oleh para Muslim karena selain sudah diperintahkan dan diwajibkan oleh Allah, mencari ilmu juga memiliki dampak dan manfaat sangat besar bagi kelangsungan hidup seseorang.

Baca Juga  Mengenal Kebahagiaan ala Imam al-Ghazali (2): Sifat Hewan sebagai Partikel Kebahagiaan

Dalam penerapannya, Allah SWT tidak hanya mengisyaratkan umat Islam untuk sekedar mencari ilmu dan menjalankannya dalam kehidupan saja, melainkan juga terdapat banyak perintah untuk berpikir dan memahami segala sesuatu dengan baik. Berpikir dan memahami merupakan alah satu alat yang penting untuk seorang Muslim dalam upaya mencari dan mendapatkan ilmunya. Pada QS. Ibrahim ayat 52Allah telah berfirman:

“Dan (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”

Dengan berpikir, seseorang dapat melakukan pemahaman yang baik terhadap ajaran agama Islam, menetapkan keyakinannya dengan dasar-dasar yang tepat, menyeleksi pengetahuan dari luar Islam dengan nilai-nilai pada ajaran agama Islam, mengubah akhlak seseorang menjadi lebih baik, dan masih banyak lagi. Dengan demikian seorang Muslim dapat menjalankan perintah Allah dalam beragama, baik keyakinan dari hati maupun pikiran.

Jika melihat kondisi pendidikan dalam ruang lingkup Indonesia dengan maraknya aksi melawan guru dan orang tua yang dilakukan para murid, bahkan yang demikian dilakukan oleh anak-anak tingkat Sekolah Dasar, pendidikan Islam dengan segenap ajarannya di rasa sangat layak untuk menjawab permasalahan tersebut. Dapat dikatakan demikian, karena segenap ajaran dalam agama Islam mengisyaratkan kepada para umatnya untuk mengutamakan ilmu adab dan akhlaknya daripada ilmu-ilmu yang lain.

Imam Malik rahimahullah mengatakan bahwa “Belajarlah adab sebelum belajar ilmu”. Selanjutnya Yusuf bin Al Husain rahimahullah juga berpendapat bahwa “Dengan adab, engkau akan memahami ilmu”. Hal yang paling utama yang dapat dilakukan seseorang adalah mempelajari adab yang baik sebagaimana yang diajarkan oleh agama Islam. Dengan mempelajari dan mengamalkannya, kesempurnaan akhak yang baik dapat diraih oleh seorang Muslim.

Baca Juga  Melepas Ramadan, Melewati Kesementaraan

Lantas bagaimana bagi orang-orang yang telah mempelajari adab, tetapi dalam penerapannya belum ditemukan kesempurnaan atas akhlaknya ?

Di sinilah peranan akal dapat menjawab pertanyaan tersebut sekaligus menjawab garis besar permasalahan dari para murid yang menentang guru dan orang tuanya. Dalam mempelajari adab, seseorang hendaknya memahami tentang pentingnya adab dan apa yang terjadi jika adab tidak dijalankan terlebih dahulu. Upaya yang demikian bertujuan agar seseorang tidak hanya menerima ajaran tersebut dan pada akhirnya dilupakan tanpa benar-benar memahami dan menerapkan pada kehidupannya.

Sebagai pertimbangan, dapat dilakukan pengamatan terhadap beragam contoh pada dampak orang-orang yang terlebih dahulu memahami adabnya dengan baik dan orang-orang yang hanya mempelajari adabnya tanpa adanya pemahaman. Bukan bermaksud untuk merendahkan orang lain, namun Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Qur’an agar kita dapat mengambil pelajaran terhadap apapun yang terjadi di dunia dalam rangka untuk kebaikan. Pada QS An-Nahl ayat 90 Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada orang lain dan kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.

Dengan demikian, pemahaman dalam pendidikan sangat diperlukan untuk masyarakat Indonesia, baik dari anak-anak hingga kalangan orang tua. Dalam Islam telah memberikan isyarat kepada para umatnya agar terlebih dahulu mengutamakan adab dan akhlak dibaandingkan ilmu-ilmu yang lainnya. Agar ajaran tersebut dapat dijalankan dengan maksimal, diperlukan pemahaman yang baik dan benar dari akal agar seseorang dapat mendapatkan kesempurnaan atas akhlaknya, serta mengetahui antara baik dan buruknya perbuatan.

Naufal Robbiqis Dwi Asta Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya