Feminisme

Warisan Gus Dur Untuk Gerakan Perempuan (Bag-2 Habis)

Saya merasa dan menyadari adanya penurunan atau pembelokan arah atas upaya Gus Dur dalam membangun persamaan substantif antara laki-laki dan perempuan di Indonesia. Usai penelusuran ini, saya mengajak diri saya untuk merefleksikan diri apakah warisan Gus Dur di atas masih relevan dan berharga untuk terus kita perjuangkan? Ataukah akan kita biarkan warisan ini digerogoti oleh nilai-nilai yang selama ini Gus Dur lawan?

Feminisme Pancasila: Menelusuri Kiprah Ibu Sinta Nuriyah (Bag-1)

Kemudian, hati saya melonjak gembira ketika diakhir kata pengantarnya tertulis “Dra.Sinta Nuriyah Rahman, M.Hum” bukan Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid. Sederhana, namun pesan ini sangat kuat bahwa perempuan Indonesia harus mandiri yaitu berprestasi, memiliki hasil dari kerja keras sendiri serta memiliki kepribadian dan kecakapan, yang tidak perlu menempel pada nama suami, atau garis keturunan

Gus Dur Dan Gerakan Feminisme

Bagi Gus Dur, perjuangan para feminis begitu berat karena dominasi laki-laki, tapi juga tidak jarang dirusak sendiri oleh para feminis yang tidak bijak dalam melakukan kampanye penyadaran terhadap laki-laki.

Lihat Postingan Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.