Tentang Tragedi Kanjuruhan Malang, Sinta Nuriyah Ungkapkan Belasungkawa
Ibu Sinta Nuriyah menyampaikan belasungkawa atas tragedi Kanjuruan Malang.
Ibu Sinta Nuriyah menyampaikan belasungkawa atas tragedi Kanjuruan Malang.


Ibu Sinta memiliki pemikiran untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang dimuat dalam buku kecil dengan tema mencairkan tradisi dan menghidupkan teks.


Ibu Sinta menekankan bahwa hidup secara harmonis, toleran, saling tolong menolong diantara sesama manusia merupakan tujuan dari penciptaan laki-laki dan perempuan, bersuku-suku dan bergolong-golongan, yang dalam kontek Indonesia diikat dengan nilai Bhineka Tunggal Ika.


Menurutnya: “Proses harmoni sejati hanya bisa dijalankan dalam sebuah hubungan jika masing-masing pihak menjadi diri mereka sendiri. Hubungan harmonis hanya bisa terbina jika eksistensi kedua belah pihak saling diakui dan dihargai”.


Kemudian, hati saya melonjak gembira ketika diakhir kata pengantarnya tertulis “Dra.Sinta Nuriyah Rahman, M.Hum” bukan Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid. Sederhana, namun pesan ini sangat kuat bahwa perempuan Indonesia harus mandiri yaitu berprestasi, memiliki hasil dari kerja keras sendiri serta memiliki kepribadian dan kecakapan, yang tidak perlu menempel pada nama suami, atau garis keturunan


Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid sudah puluhan tahun berjuang menyemai perdamaian di Indonesia. Tak ayal, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menganugerahinya gelar doktor kehormatan bidang Sosiologi Agama, Rabu (18/12). Sejak 1998, Nyai Sinta sudah memulai kerja-kerja perdamaian. Sebab, pada tahun tersebut, Indonesia diuji dengan berbagai konflik antargolongan, seperti yang terjadi di Ambon, […]

