Konsep Aswaja Perspektif Nahdlatul Ulama
Masyarakat NU yang masih awam perlu dikenalkan konsep Aswaja An-Nahdliyah ini sehingga tidak terjebak dan tersesat dengan Aswaja non-NU.
Masyarakat NU yang masih awam perlu dikenalkan konsep Aswaja An-Nahdliyah ini sehingga tidak terjebak dan tersesat dengan Aswaja non-NU.


Klaim bahwa pluralisme di tubuh NU adalah sebuah “mitos” dibangun di atas data. Jika hendak meruntuhkan “mitos” ini, tidak ada cara ilmiah lain kecuali dengan adu data atau kritik pendekatan/metodologi surveinya.


Kaum sarungan ini (NU), mulai dari elitnya (sejak era Gus Dur) sampai ke Nahdhiyyin di desa-desa punya jasa besar dalam merajut hubungan harmonis antar pemeluk agama dan keyakinan yang majemuk


Ajaran syariat Islam bisa diterapkan di masa para Khalifah, di masa Dinasti Islam dan seterusnya karena dahulu banyak yang dapat menerima amanah dan personal yang amanah. Ternyata sudah ditegaskan dalam hadis di atas bahwa amanah itu pertama dicabut dari umat manusia.


KHR Asnawi Kudus adalah seorang ulama yang sastrawan. Sajak-sajak beliau banyak yang berbahasa Arab dan juga Bahasa Jawa, karya tulis beliau “Fasholatan” menjadi rujukan oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat sampai saat ini.


Berbagai studi tentang pesantren menunjukkan, meski pelan pesantren senantiasa mengalami perubahan. Namun karena sangat pelan, ragam perubahan itu baru bisa dikenali melalui waktu yang panjang. Dalam ilmu sejarah hal demikian dikenal sebagai longe–durée, yaitu sejarah jangka panjang terkait dengan perubahan struktural yang lambat sekali. Di sini diperlukan ketelitian dan ketelatenan dalam mengikuti denyut-denyut kecil perubahan […]


Jika saya menyebut nama Muhammadiyah dulu baru kemudian NU, sebenarnya hanya terkait dengan faktor kelahiran dua organisasi ini saja. Muhammadiyah lebih dulu lahir, tepatnya 18-11-1912/ 8 Dzulhijjah 1330 H dan baru kemudian NU, 31-01-1926/16 Rajab 1344 H. Keduanya adalah organisasi besar di Indonesia yang didirikan dua orang sahabat, KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta […]


Hari ini seluruh jemaah Nahdlatul Ulama (NU) di dunia berdoa bersama dalam satu pikiran dan gerakan. Bagi saya, ini yang tak dimiliki ormas lain. NU punya sesuatu. Saya sebut ‘azimat’ atau sesuatu yang bisa membuat orang bergerak bersama, berpikir bersama dan bertindak bersama dalam satu komando. NU sedang menunjukkan mobilitas dan soliditas dalam spektrum kekuatan […]

