[Resensi Buku] Memahami Polemik dan Dinamika Intelektualitas Ulama Nusantara
Sangat disayangkan jika kekayaan intelektual sedemikian rupa hilang ditelan zaman hanya karena memaksakan setiap orang mengikuti satu pendapat yang ditetapkan.
Sangat disayangkan jika kekayaan intelektual sedemikian rupa hilang ditelan zaman hanya karena memaksakan setiap orang mengikuti satu pendapat yang ditetapkan.
![[Resensi Buku] Memahami Polemik dan Dinamika Intelektualitas Ulama Nusantara](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-5-825x510.png)
![[Resensi Buku] Memahami Polemik dan Dinamika Intelektualitas Ulama Nusantara](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-5-825x510.png)
Terinspirasi oleh cara dakwah santun di Nusantara, banyak pelajar di Australia, khususnya, di Curtin University berusaha mengenalkan Islam dengan cara humanis, santun, adaptif dan akulturatif terhadap budaya lokal


Kiai Salam merupakan putra dari Syekh Jabbar, seorang pejuang yang berasal dari Dusun Jojokan, Desa Mulyo Agung, Kecamatan Singgahan, Tuban. Jika ditarik silsilahnya ke atas, maka Kiai Salam masih memiliki garis keturunan dengan Joko Tingkir.


Capaian peradaban Islam Melayu-Nusantara yang begitu besar itu tak salah kalau disetarakan dengan peradaban dunia Islam lain seperti Islam Arab, Islam Persia, dan Islam Turki.
![Bangsa Muslim Itu Bernama Indonesia [Bag-2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mast.jpg)
![Bangsa Muslim Itu Bernama Indonesia [Bag-2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mast.jpg)
Sejak abad ke-16M praktis kepulauan Nusantara telah diintegrasikan oleh Islam; agama yang relatif baru dan jauh (peripheral) dari wilayah yang selama ini disebut sebagai pusat dunia Islam.
![Bangsa Muslim Itu Bernama Indonesia [Bag-1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mat-1.png)
![Bangsa Muslim Itu Bernama Indonesia [Bag-1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mat-1.png)
Benarkah kita ini tidak memiliki rasa kepemilikan sejarah yang kuat? Betulkah kita ini bangsa pelupa sehingga generasi berikutnya tidak tahu kehebatan warisan sejarah bangsa sendiri. Saya pernah berkunjung ke Lyon dan Paris di Perancis, Amsterdam di Belanda, lalu meneruskan perjalanan ke Milan Italia dan Barcelona. Seperti halnya deskripsi saya tentang Istanbul, sisa-sisa kejayaan dan peradaban, […]
![Merawat Peradaban, Merawat Akal Sehat [2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/20190927_031113peradaban_islam.jpg)
![Merawat Peradaban, Merawat Akal Sehat [2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/20190927_031113peradaban_islam.jpg)