Apakah Surga dan Neraka Mesti Dipahami secara Harfiah?
Secara simbolis, surga dan neraka bukanlah kehidupan setelah kematian, melainkan cara pandang kita melihat hidup dan melihat masa kini.
Secara simbolis, surga dan neraka bukanlah kehidupan setelah kematian, melainkan cara pandang kita melihat hidup dan melihat masa kini.

Jika setelah kita terpeleset melakukan suatu kesalahan, kok harapan kita pada Tuhan berkurang, berarti selama ini ibadah dan amal kebaikan kita belum murni semata-mata karena Allah.
![Ngaji Kitab al-Hikam [1]: Jangan Sekutukan Tuhan dengan Amalmu (Bag. 1)](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-9-825x510.png)
Surga dalam Alquran digambarkansebagai tempat yang tidak ada permusuhan, tidak ada perasaan dengki antar sesama penghuninya. Hidup rukun dan damai, serta tidak pernah merasa penat, lelah atau letih.

Secara umum penolakan atas anjing telah menjadi budaya dan menjadikannya jauh dari kehidupan rumah tangga umat Islam Indonesia dan dunia.

Anda pernah mendengar perkataan orang, ”Yang haram saja susah, apalagi yang halal.” Jangan ikuti dia. Kasihanilah dia, sebab terlalu berat risiko yang harus ditanggungnya kelak.
![[Jumat] Petunjuk ke Surga Tanpa Dihisab](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/images-9-1.jpeg)