Muawiyah bin Abi Sufyan: Sang Politikus Ulung
Tesis Politik Muawiyah bin Abi Sufyan adalah mu’ākalah hasanah wa musyārakah jamīlah. Sejak saat itu seorang khalifah tak harus pandai agama, tapi cukup punya kemampuan menejerial mengelola negara.
Tesis Politik Muawiyah bin Abi Sufyan adalah mu’ākalah hasanah wa musyārakah jamīlah. Sejak saat itu seorang khalifah tak harus pandai agama, tapi cukup punya kemampuan menejerial mengelola negara.


Tujuan dari program sertifikasi ulama tidak lain adalah untuk meminimalisir mereka yang mengaku ulama, namun faktanya ilmu agamanya masih kurang yang akhirnya bisa berpotensi menyesatkan umat, bukan membatasi para dai atau ulama


“Ini bukan sertifikasi. Tidak ada paksaan untuk mengikuti program ini. Sifatnya sukarela. Karenanya, yang tidak ikut Bimtek juga tidak terhalang haknya untuk terus berdakwah”.


Jika mencermati fenomena pro-kontra sertifikasi ulama, sependek pengetahuan saya, persoalan tersebut tidak terlepas dari pertarungan ideologi keagamaan, antara radikal konservatif dan moderat.


Dalam sejarah, Usamah pernah berjanji tak akan pernah lagi membunuh orang ataupun musuh yang telah mengucapkan syahadat.


Kita bisa belajar dari Malaysia tentang sertifikasi ulama. Bukan sembarang orang bisa tampil di panggung khutbah atau memberikan tausiyah di masjid-musala.


“(Saat itu) terjadi kebakaran di Baghdad. Semua toko dan rumah terbakar. Kemudian warga desa mengabariku bahwasanya tokoku tidak terbakar. Kemudian aku mengucapkan ‘alhamdulillah’.


Sangat disayangkan jika kekayaan intelektual sedemikian rupa hilang ditelan zaman hanya karena memaksakan setiap orang mengikuti satu pendapat yang ditetapkan.
![[Resensi Buku] Memahami Polemik dan Dinamika Intelektualitas Ulama Nusantara](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-5-825x510.png)
![[Resensi Buku] Memahami Polemik dan Dinamika Intelektualitas Ulama Nusantara](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-5-825x510.png)
Pesantren Ngalah yang telah membantu dan mewujudkan gagasan dan perjuangan Gus Dur tentang kerukunan antar umat beragama sekaligus meneguhkan identitasnya sebagai pesantren Pluralis


Sesungguhnya rumah atau tempat yang tidak ditempati, kosong, sepi, maka jin akan menempati. Sedang di rumah yang biasa meghidangkan kopi, maka para jin tidak akan bisa menempatinya dan tidak akan bisa mendekat atau menganggu

