Father Parenting Ala Luqman dalam Al-Qur’an
Nasihat Luqman kepada anaknya mengisyaratkan bahwa menanamkan sikap spiritual serta sosial merupakan pendidikan utama serta mendasar yang harus diberikan oleh orang tua kepada anaknya sejak dini.
Nasihat Luqman kepada anaknya mengisyaratkan bahwa menanamkan sikap spiritual serta sosial merupakan pendidikan utama serta mendasar yang harus diberikan oleh orang tua kepada anaknya sejak dini.


Sifat tergesa-gesa merupakan salah satu kelemahan manusia.


Seperti lentera yang kehabisan minyak di ujung malam Diiringi gemerutuk lirih sumbu mengering Nyala api meredup perlahan lalu padam Menciptakan suasana mencekam Ditengah kerumunan tercekik dilanda kesedihan mendalam Suaranya lirih menyebut nama Yang Maha Agung dengan lembut dan intim Mengiringi kepergiannya menuju keabadian Kembali ke dalam dekapan Sang Pencipta Dari pangkalnya dia unik terkesan usang […]


Kisah Ashabul Kahfi dalam Alquran dapat diambil hikmah oleh generasi muda saat ini tentang perjuangannya menjaga tauhid di tengah masyarakat kafir.


Hukum suami menafkahi istri adalah wajib, sedangkan istri tidak wajib memberi nafkah suami.


Ketaatan yang dapat mengantar seseorang membangun kesalehan sosial dan ekologi inilah yang dapat meminimalisasi krisis lingkungan.
![Transformasi Ketaatan Berbasis Ekologi: Refleksi atas Qs. al-Rum [30]:41](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2023/02/tsunami-aceh.jpg)
![Transformasi Ketaatan Berbasis Ekologi: Refleksi atas Qs. al-Rum [30]:41](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2023/02/tsunami-aceh.jpg)
Hakikat cinta bukan sebuah kalkulasi, tapi sebuah keikhlasan, ketulusan, dan pengharapan untuk bisa dekat dan bersama yang dicinta.


Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah, ya Rahman, ya Barru, ya Rohim, aku memohon kepada-Mu dengan menggunakan semua nama-Mu yang paling baik. Yang aku ketahui maupun tidak. Ampunilah dan rahmatilah aku.


Jika terjadi hujan maka kita sebagai manusia haruslah bersyukur karena inilah nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT. terhadap hambanya.


Jikalau Nabi Muhammad Saw saja hanya bertugas memberi peringatan, bukan pemaksa dan bukan pula penyiksa, maka tanya ke dalam hati kita: siapa kita mau memaksa orang untuk beriman?

