Rabu Wekasan atau Pungkasan: Ritual dan Doa
Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar al-Dairabī (w.1151 H) dalam kitab Mujarrabāt al-Dairabī
Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar al-Dairabī (w.1151 H) dalam kitab Mujarrabāt al-Dairabī


Di samping usaha lahiriah, kita juga harus melakukan ikhtiar batiniah, antara lain penguatan keyakinan dan optimisme melalui zikir dan doa. Ketenangan, keyakinan, dan optimisme itu besar pengaruhnya terhadap imunitas tubuh.


Dalam keadaan tidur, kita tidak mampu sedikitpun untuk menguasai jasad kita sendiri.


Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak ulama yang dekat dengan penguasa yang cemburu dengan posisi prestise al-Hallāj. Eksekusi matinya penuh dengan intrik politik.


Cinta tak pernah mampu mengambil keputusan. Sebagaimana banyak diketahui, ia tak kuasa menyembunyikan diri. Kita semua tahu betapa sulitnya cinta bersembunyi atau sekadar menyamarkan diri.


Dalam berdoa jangan sampai membuat kita seperti “mendikte” Tuhan dengan panjangnya daftar permohonan yang kita sampaikan. Berdoa itu...


“(Saat itu) terjadi kebakaran di Baghdad. Semua toko dan rumah terbakar. Kemudian warga desa mengabariku bahwasanya tokoku tidak terbakar. Kemudian aku mengucapkan ‘alhamdulillah’.


Setiap pagi, berikan ciuman kasih untuk pasangan Anda, disertai doa dan ungkapan cinta. Misalnya, “I love you, barakallāhu fik/aku mencintaimu, dan semoga berkah Allah terus tercurah untukmu.”


Jangan pernah kita berburuk sangka kepada orang lain. Karena kita seringkali tidak memahami hakikatnya di balik sesuatu.


Allah adalah pemilik surga itu, dan masuk surga itu hak prerogatif Allah, sama sekali bukan hak milik dirinya.

