Memaksimalkan Bulan Suci Ramadan untuk Tadabbur Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan terbaik untuk membaca sekaligus merenungi makna Al-Qur’an sehingga kita dapat menemukan petunjuk hidup yang sesungguhnya
Ramadan adalah bulan terbaik untuk membaca sekaligus merenungi makna Al-Qur’an sehingga kita dapat menemukan petunjuk hidup yang sesungguhnya


Nafsu bukanlah musuh yang harus dihancurkan, tetapi aspek diri yang harus diarahkan ke jalan yang benar. Dengan pengendalian dan kesadaran, kita dapat menjaga keseimbangan hidup serta mendekatkan diri kepada Allah.


Sebelumnya Nasida Ria sampai album keempat masih membawakan lagu-lagu berbahasa Arab, namun atas inisiatif KH. Bukhori Masruri, akhirnya album setelah itu selalu menggunakan bahasa Indonesia.


Hassan Al Sabbah bukanlah tokoh yang mudah dikategorikan sebagai pahlawan atau penjahat. Di satu sisi, ia dipandang sebagai pemimpin ideologi Ismailiyah yang melawan ketidakadilan penguasa Sunni. Di sisi lain, ia dikenal sebagai pemimpin politik pragmatis yang kekerasan dan manipulasi psikologis untuk mencapai tujuannya


Keberpihakan Allah kepada Aisyah menjadi bukti bahwa perempuan tetap memiliki hak bersuara.


Penting bagi mahasiswa untuk menemukan persoalan serius yang terjadi di masyarakat dengan tidak hanya mengandalkan pada media sosial, melainkan juga melebur pada masyarakat.


Dalam konteks keagamaan, jenang Kudus menjadi simbol keberkahan, kemurahan rezeki, dan persatuan dalam berbagai acara keagamaan seperti karnaval “tebokan”.


Buku ini menyajikan berbagai isu dan wacana yang cukup kompleks. Setidaknya peristiwa demi peristiwa dikelompokkan dalam tiga bagian.
![[Review Buku] Tidak Ada Agama Yang Pantas untuk Para Teroris](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2024/06/4a46931625e30e7bc386976808578295-800x510.jpeg)
![[Review Buku] Tidak Ada Agama Yang Pantas untuk Para Teroris](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2024/06/4a46931625e30e7bc386976808578295-800x510.jpeg)
Bermula dari ide tongkrongan, IBTimes.ID kini berhasil membuktikan dirinya sebagai kanal media keislaman yang mampu mewarnai narasi keberislaman di Indonesia


Yang dulu katanya saling memaafkan, sekarang menjadi pura-pura memaafkan. Semua orang berpura-pura tidak menjadi diri sendiri, sangat disayangkan.

