Kunci Agar Tidak Rugi di Dunia
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran

Ingatkah dulu, saat Bung Karno—bapak proklamator kita—berpihak kepada Palestina? Keberpihakan Bung Karno baik lisan atau upaya konkret jelas dan nyata; dengan tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, menolak Israel untuk bisa ikut sebagai peserta piala dunia, dan berbagai upaya kongkret lainnya.

Nabi Muhammad saw. merupakan suri teladan terbaik. Apapun yang dilakukan oleh Nabi merupakan contoh terbaik.

Islam adalah agama kasih sayang, Islam adalah agama yang memuliakan wanita.

Betapa sayangnya negara yang diperjuangkan mati-matian oleh para pejuang, akan tetapi hari ini, kita tidak ikut berpartisipasi dalam bernegara dengan baik dan jujur, rasanya kita sudah tergolong orang-orang yang kufur nikmat.

Permusuhan atau perseteruan tidak patut kita lestarikan, kita harus bisa berdamai dengan masa lalu yang tidak mengenakkan.

Urusan anak bukan hanya urusan seorang istri saja, tetapi kita—kaum ayah—sebagai kepala keluarga memiliki peran yang signifikan terkait anak.

Kita perlu mendapatkan pengetahuan dari sumber yang valid dan terpercaya; kita perlu mendapatkan informasi sesuai fakta, kita perlu memahami sebuah permasalahan dari pakarnya serta perlu memperkaya bacaan dari seseorang yang ahli di bidangnya

Betatapa pun keras usaha dan kuatnya tekad yang kita miliki, soal hasil, kita tetap harus berpasrah (tawakal) diri kepada Allah Swt. Mengapa demikian? Ya, karena kita memang tidak mampu memastikan hasil dari usaha tersebut. Kita harus tawakal, namun sayangnya hal itu acap kali kita lupakan.

Syekh Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa kata العُسْرِ (kesulitan) ditulis dalam bentuk isim mufrad ma’rifat yang berarti satu kesulitan. Sedangkan kata يُسْرًا (kemudahan) berupa isim nakirah yang dapat diartikan kemudahan secara umum. Artinya, setiap satu permasalahan Allah akan mendatangkan banyak solusi dan kemudahan.
