









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Pada akhirnya, "das Ding an sich," sebagaimana dikatakan Kant, tidak mungkin ditembus. Tetapi saya lebih menyukai istilah para sufi (biar tidak pinjam bahasa orang Eropa terus) "sirr al-asrār," rahasinya rahasia.

Kehidupan yang berkah bukan berarti tanpa masalah. Permasalahan hidup sesuatu yang niscaya dan pasti ada serta selalu menyertai kita.

JATTI dan JAMI mencolok ke publik sejak Pemilu 2019, di mana dua ormas ini beradu kubu; JATTI Pro-Prabowo dan JAMI Pro-Jokowi. Inilah saat yang tepat alumni Timur Tengah untuk move on dari keadaan, dalam rangka meraih kesuksesan bersama.

Kajian dan diskursus hadis yang berlangsung berabad-abad telah memasuki berbagai fase. Nuruddin Itr menyebut bahwa pada masa sekarang, kajian hadis memasuki era kebangkitan. Pendapat bahwa kajian hadis telah memasuki era kebangkitan tentu perlu pembuktian supaya tidak hanya menjadi klaim sepihak. Bagaimanakah cara membuktikannya? Tentu terdapat indikator-indikator yang dapat kita rusmuskan bersama.
![Generasi Millenial, Industri 4.0 dan Ilmu Hadis [2]: Menuju Intelektual yang Berpihak](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/0_JUb4zrWY-4PPdWAB-1024x576.jpeg)
Sebagai generasi yang memiliki karakter utama creatif, convident, dan connected idealnya generasi millenial akan cukup mampu dalam menjawab tantangan dan berbagai persoalan dalam kehidupan, tak terkecuali problem keagamaan. Satu-persatu isu ataupun problem keagamaan yang dihadapi oleh generasi ini dapat cepat teratasi seiring dengan kemampuan dan kecakapan mereka dalam memanfaatkan media informasi dan media sosial yang sangat mudah diakses.
![Generasi Millenial, Industri 4.0 dan Ilmu Hadis [1]: Menerawang Problematika “Kita”](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/images-1.png)
Optimislah menghadapi semua persoalan hidup dengan cahaya al-Qur’an dan cahaya shalat. Saya yakin kita bisa menggoyang jagat dengan shalat. Geserlah “gunung,” belahlah “bumi,” hidupkan “orang mati” dengan shalat.
![[Khutbah Jumat] Menggeser Gunung, Membelah Laut dengan Shalat](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/تقلل-المدة-بين-الآذان-والإقامة-بسبب-كورونا.jpg)
Di antara masjid-masjid yang didirikan ribuan tahun lalu yang mengikuti panduan Al-Battani, mengarah tepat ke Mekah. Melalui dasar-dasar trigonometri ini, ilmuwan saat ini bahkan dapat menjadikannya sebagai dasar bagaimana sistem GPS yang digunakan kebanyakan orang saat ini bekerja

Tema poligami adalah bahasan yang menarik di manapun berada. Di tempat ngopi hingga majelis pengajian. Bahasan yang disukai kaum Adam namun tidak sepenuhnya disukai kaum Hawa. Para ibu merasa ngeri-ngeri sedap jika mendengar ini.

Boleh dikatakan NU itu sudah berada di titik terpuncak dalam membela dan mempertahankan otoritas nilai Pancasila, mulai dari terciptanya lambang negera ini sampai konsekuensi yuridis Pancasila sebagai falsafah dan dan ideologi negara.

Sebenarnya, hubungan agama dan sains tidak sepatutnya hanya beraroma konflik, ada beberapa model komunikasi yang lebih konstruktif dan kita sebagai orang beriman punya modal untuk melangkah lebih jauh
