









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Suatu hari sahabat Umar mengkritik kebijakan Abu Bakar ketika memberikan tanah kepada Thalhah bin Ubaidillah. Keputusan tersebut dinilai tidak tepat karena pemberian tanah dalam ukuran luas yang besar adalah bentuk ketidakadilan

Rumah tangga itu adalah proses negosiasi, saling menghargai dan berbagi kesempatan pada pasangan kita.

Di masa Pandemi ini, beberapa forum diskusi dan pengajian daring yang diadakan oleh NU Sydney menghadirkan tokoh-tokoh penting Indonesia, yang sepertinya tidak mungkin dihadirkan di luar masa covid-19.

Sebegitu pentingnya salat hingga Allah sendiri dalam QS. Taha: 14 perlu menyebut nama-Nya dan keesaan-Nya, dan memerintahkan manusia untuk mengingat-Nya melalui salat
![Ngaji Sullam al-Tawfiq [5]: Kewajiban dan Waktu Salat](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/sulam-taufiq.jpg)
Sejatinya setiap saat seorang Muslim harus terus berproses menjadi lebih baik tanpa mesti merasa telah menjadi yang terbaik.

Bagaimana dengan kitab-kitab suci agama-agama lain yang dulu diwahyukan kepada para nabi mereka, yang hari ini juga eksis bersama-sama kita?
![Kitab Suci Agama-agama [Part 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/iraq_3.jpg)
Banyak yang bilang bahwa agama gagap dan mandul menghadapi Covid 19. Untunglah masih ada Muhammadiyah yang selalu produktif memproduksi pemikiran dan aksi sesuai dengan problem dan semangat zaman.
![Membumi Saat Pandemi: Menengok kembali Fikih Kebencanaan Muhammadiyah [Part 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/naturaldisaster4.jpg)
"Dengan cinta si lemah dikuatkan, dengan cinta pula si kuat dibuat tak berdaya” .

“Nak, anak yang baik itu berbakti kepada kedua orangtuanya” (KH. Baidlowi Lasem)

Meskipun tidak memiliki pondok pesantren, banyak pemuka agama dan kiai di Pamekasan yang berguru kepada Mudhar Tamim. Pada masa Orde Baru, Ia pernah menjadi anggota DPRD Tingkat II di Pamekasan selama dua periode dari kalangan Parmusi delegasi partai PPP.
