









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Bersuka citalah tukang roti yang akhirnya bisa bertemu dengan Ahmad bin Hanbal yang sangat dikaguminya. Ini berkat istikamah dengan amalan istighfarnya. Semua terjadi atas izin Allah.

Polemik pelarangan salat Jumat menunjukkan bahwa soal ikhtilāf (perbedaan pendapat) pada hal-hal yang bersifat furū`īyah (cabang keagamaan) masih laten di kalangan umat.

Jika selama ini ada pembedaan yang tegas mana kerja publik dan mana kerja domestik, kebijakan Work from Home (WFH) membuat pembedaan itu nyaris tak bersekat.

Selamat pagi, burung-burung melalui cericitmu, aku terima salam dari ranting nan rimbun sebelum batang-batang pohon ditebang untuk dibikin tisu demi mengelap air mataku yang menetes karenamu Selamat pagi, air mengalir gemericikmu adalah kabar baik bahwa batu-batu kapur masih menggunduk di balik gunung sebelum orang-orang membongkarnya untuk tambang demi pembangunan, demi kemajuan, tapi tidak demi engkau […]

Momentum Ramadan menjadi sangat signifikan bagi seluruh umat Muslim untuk memenangkan dirinya dalam mengontrol hawa nafsunya

Kiai Taufiq mampu membuktikan bahwa gelar bukanlah segala-galanya. Ketiadaan gelar akademik yang “berantai” bukanlah alasan untuk tidak mampu berkarya.

"Keutamaan berjemaah (termasuk Jumatan) tetap akan didapat jika orang tersebut berniat akan melakukannya andaikan tidak ada uzur" (I'ānat al-Tālibīn, 2/61)
![Benarkah Masjid Tempat Selamat dari Penularan Covid-19? [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/صلاة-التراويح-799x449-1.jpg)
Kata ‘ada mempunyai beberapa makna di antaranya sebagai ekspresi keadaan yang berseberangan dengan hati, misalnya, permusuhan di mana dapat menjauhkan serta menutup hati dan pikiran dalam bertindak.

Saat azan Maghrib berkumandang, anehnya, hanya kami yang mendekati hidangan buka puasa. Tuan rumah beserta orang-orang lain masih duduk di kursi, seolah tidak menghiraukan waktu magrib.

Sumbangan kedua pemikir Muslim tersebut sangat berpengaruh terhadap kemajuan ilmu kedokteran di dunia. Namun, pasca renaissance, orang-orang Eropa terbukti lebih mampu mengembangkan temuan dan teori ar-Razi dan Ibnu Sina dibandingkan orang-orang Muslim
