



















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.



Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Penguasa tak segan melarang sesuatu yang dapat merongrong kekuasaannya walau mungkin sesuatu itu sekilas tampak biasa saja.


Kitab suci yang diturunkan kepada Rasulullah pada abad ke-7 itu selain ayat hukum dan kisah, juga berisikan fakta-fakta ilmiah menakjubkan yang hingga saat ini masih ditelusuri oleh pakar-pakar ilmu.


Perbedaan bukanlah ancaman, melainkan bagian dari kehendak Allah. Islam mengajarkan kita untuk adil dan menghormati siapa pun, termasuk mereka yang berbeda keyakinan


Stoicism mengedepankan konsep meditations sebagaimana dikatakan oleh Marcus Aurelius, “Pikiran yang tidak diganggu oleh emosi berkecamuk adalah sebuah benteng, tempat berlindung terkokoh bagi manusia untuk berteduh dan berlindung


Diskriminasi terhadap Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Manislor, Kuningan, telah terjadi sejak 2007, dengan peningkatan aksi intoleran setelah reformasi 2002. Penolakan, pembubaran acara, dan kekerasan berlanjut hingga 2010 dan 2024.


Pada Desember 2024, pemerintah Kuningan melarang Jalsah Salanah Jemaah Ahmadiyah di Manislor akibat tekanan kelompok intoleran, sementara aparat keamanan justru menjadi alat untuk mengakomodasi keinginan mereka, mengabaikan hak beragama JAI.


Sebelumnya Nasida Ria sampai album keempat masih membawakan lagu-lagu berbahasa Arab, namun atas inisiatif KH. Bukhori Masruri, akhirnya album setelah itu selalu menggunakan bahasa Indonesia.


Setiap agama tidak perlu untuk dibentur-benturkan ajaran dan kebenarannya baik itu agama 'samawi' ataupun 'ardhi' karena meskipun secara sekte (agama) di bumi ini berbeda-beda tetapi secara keseluruhan substansi ajarannya bermuara ke satu titik yaitu Islam


Saking agresifnya praktik-praktik dakwah dan misionarisme, akhirnya hal itu menjadikan hampir sebagian besar agama leluhur dan kelompok dengan orientasi keagamaan heterodoksi, mengalami ancaman kepunahan di Indonesia


Antara adab dan ilmu, keduanya berada di posisi yang setara. Tidak ada yang lebih tinggi karena adab sendiri didapatkan melalui ilmu. Seorang ulama tidak hanya di tuntut untuk menyebarkan ilmunya namun juga harus mempraktikkannya sebagai teladan dan manifestasi ilmu itu sendiri

