

















Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.



Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.



Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Dalam dunia di mana umat manusia hidup berdampingan dalam keberagaman, humor dapat menjadi jembatan antara umat Islam dan pemeluk agama lain untuk menciptakan ruang bersama dalam dialog dan memahami.


Dalam menghadapi era disrupsi, pesantren perlu menyesuaikan diri tanpa kehilangan esensi pendidikannya, yaitu pembentukan karakter berbasis spiritualitas dan religiusitas.


Kapitalosen, istilah yang dicetuskan oleh sejarawan lingkungan Jason W. Moore, mengkritik Antroposen dengan mengalihkan fokus dari manusia secara keseluruhan ke kapitalisme sebagai sistem historis yang mendorong kerusakan lingkungan.


Asma Barlas dengan pemikiran feminisme al-Qur’an telah melontarkan wacana baru tentang pentingnya melakukan reinterpretasi teks keagamaan secara egaliter, adil, dan ramah gender.


Squid Game memberikan pesan moral bahwa berlomba-lomba dalam mencari harta boleh saja tetapi jangan sampai menghilangkan rasa kemanusiaan.


Nafsu bukanlah musuh yang harus dihancurkan, tetapi aspek diri yang harus diarahkan ke jalan yang benar. Dengan pengendalian dan kesadaran, kita dapat menjaga keseimbangan hidup serta mendekatkan diri kepada Allah.


Menangani krisis ekologis tidak hanya membutuhkan solusi ilmiah dan teknologis, tetapi juga perlu etika, spiritualitas, dan kompas moral yang di dalamnya agama dapat memainkan peran penting.


Edukasi, dukungan perusahaan media, dan solidaritas jurnalis perempuan diperlukan untuk meminimalisir kekerasan. Sedangkan pelatihan keamanan, kebijakan perlindungan tegas, akses bantuan hukum, layanan konseling, serta publikasi kasus juga diperlunakn guna memperkuat posisi jurnalis perempuan melawan ancaman kekerasan.


Semakin intens kita melakukan shalat, maka semakin intens pula komunikasi kita dengan sang pencipta.


Bagi perempuan muslimah, agensi bukanlah tentang menolak norma-norma tetapi tentang menyelaraskan keinginan mereka dengan prinsip-prinsip ilahi.

