






Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

Kebudayaan Surabaya adalah kebudayaan multikultural dalam arti yang sebenarnya.

Menjadi generasi sandwich merupakan suatu hal yang tidak selalu tentang beban. Namun, ia bisa menjadi sebuah keberkahan.

Doktrin dan sejarah tetaplah menjadi bagian penting yang membentuk identitas, namun masa depan demokrasi Islam akan ditentukan oleh kemampuan masyarakat Muslim untuk bernegosiasi dan berinteraksi dengan realitas kehidupan saat ini.

Dalam interaksi kita di media sosial, sering kali kita luput untuk memahami bahwa lawan dialog kita bukanlah nama pengguna disertai foto profil belaka.

Sudah selayaknya sebagai intelektual muda harus mempelajari pemikiran apa pun. Namun, yang terpenting tetap berlandaskan nilai-nilai falsafah bangsa yang dijunjung tinggi.

Pendaftaran paling lambat hingga besok, Selasa, 23 Januari 2024.

Secara spesifik tembang 'Gundul-Gundul Pacul' mempunyai pesan yang ingin disampaikan kepada para pemimpin dan calon pemimpin.

Perlu kiranya untuk memahami keberagaman agama dalam perspektif ke-Indonesia-an, menyelaraskan agama dan kebudayaan Indonesia.

Sudah saatnya para sosiolog di Indonesia untuk mempelajari sejarah sosial sebagai teropong analisis dinamika sosial

Dengan menapaki kehidupan menggunakan kaki kekar kesabaran, kita menginfuskan kekuatan untuk bertahan dan terus berjalan.
