Memutus Mata Rantai Covid-19, Indonesia Berjihad
Mari kita berjihad melawan musuh kemanusiaan in, Covid-19, dengan mengerahkan seluruh potensi, energi dan modal sosial budaya, agama dan ekonomi yang ada.
Mari kita berjihad melawan musuh kemanusiaan in, Covid-19, dengan mengerahkan seluruh potensi, energi dan modal sosial budaya, agama dan ekonomi yang ada.


Banyak yang bilang bahwa agama gagap dan mandul menghadapi Covid 19. Untunglah masih ada Muhammadiyah yang selalu produktif memproduksi pemikiran dan aksi sesuai dengan problem dan semangat zaman.
![Membumi Saat Pandemi: Menengok kembali Fikih Kebencanaan Muhammadiyah [Part 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/naturaldisaster4.jpg)
![Membumi Saat Pandemi: Menengok kembali Fikih Kebencanaan Muhammadiyah [Part 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/naturaldisaster4.jpg)
Ramadan ini menjadi bukti bahwa ibu adalah seorang insan yang luar biasa. Makan sahur dan berbuka selalu menjadi bagian dari kerja dan bukti mereka mencintai keluarganya. Karenanya, sayangilah ibumu, ibumu, ibumu, baru kemudian ayahmu.


Dalam hal tarawih berjamaah yang begitu bergelora dan demonstratif itu, sesungguhnya masyarakat muslim sedang berkiblat ke mana? Karena, faktanya, Masjidil Haram sebagai rujukan terakhir pun juga tidak mengadakan shalat tarawih.


Ramadan kali ini, mungkin aktivitas baca Alquran, baca salawat, berzikir, dan salat sunah berkurang. Namun, tugas-tugas kemanusiaan dan pelayanan terhadap WNI barangkali bisa menjadi kebaikan yang akan dicatat dan dilipatgandakan. Bukankah salah satu esensi puasa Ramadan adalah berempati dan merasakan kesusahan yang orang lain rasakan?


Tetaplah berupaya sebisa mungkin berkontribusi mencegah penyebaran Covid-19 ini dengan berbagai cara yang sudah disarankan medis. Tetap diingat, Allah adalah Sang Maha Pengatur. Ikhtiar lahir dan batin memang perlu seimbang.


Kisah At-Tahaaun mengajarkan bahwa sesuatu yang kecil jangan sekali-kali dianggap remeh.


Polemik pelarangan salat Jumat menunjukkan bahwa soal ikhtilāf (perbedaan pendapat) pada hal-hal yang bersifat furū`īyah (cabang keagamaan) masih laten di kalangan umat.


Jika selama ini ada pembedaan yang tegas mana kerja publik dan mana kerja domestik, kebijakan Work from Home (WFH) membuat pembedaan itu nyaris tak bersekat.


"Keutamaan berjemaah (termasuk Jumatan) tetap akan didapat jika orang tersebut berniat akan melakukannya andaikan tidak ada uzur" (I'ānat al-Tālibīn, 2/61)
![Benarkah Masjid Tempat Selamat dari Penularan Covid-19? [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/صلاة-التراويح-799x449-1.jpg)
![Benarkah Masjid Tempat Selamat dari Penularan Covid-19? [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/صلاة-التراويح-799x449-1.jpg)