Qada’ dan Qadar Dalam Pandangan Gus Baha’
Kita sebagai manusia sebagai makhluknya hanya perlu mensyukuri dan menikmati dari segala takdir yang telah diberikan Allah kepada kita semua.
Kita sebagai manusia sebagai makhluknya hanya perlu mensyukuri dan menikmati dari segala takdir yang telah diberikan Allah kepada kita semua.


Cara Gus Baha dalam menyampaikan Islam dengan santai, rileks, dan penuh humor.


Hingga saat ini saya itu terus bertanya-tanya: kenapa Nabi Muhammad tidak boleh diimajinasikan dalam bentuk gambar atau karikatur?


Menurut Gus Baha', seruan perang zaman sekarang tidak sama dengan pada zaman Nabi. Perang di era Nabi tak memerlukan klarifikasi mana yang benar dan salah. Rumusnya jelas, kubu Nabi benar, kubu lawan salah. Kalau saat ini, jelas susah membedakannya.


Dalam video tersebut, Gus M. Nawawi bertanya dengan polosnya kenapa kalau khilafah adalah ajaran Islam, kok dianggap sebagai momok menakutkan oleh yang lain?


Gus Baha' mengatakan “Kita meyakini bahwa nahi mungkar itu wajib hari kiamat. Cuman, kita (harus) punya perhitungan. Kadang nahi mungkar itu (justru) melahirkan kemaksiatan yang lebih besar".




Memang jika dipikir-pikir ada baiknya kita cari akar persoalan sepakbola di negeri kita. Caranya bisa kita tempuh dengan mengomparasikan persepakbolaan Nasional kita dengan persepakbolaan luar negeri.


Seseorang bisa diangkat derajatnya menjadi wali bukan karena ia tidak memiliki nafsu basyariah, tapi karena sanggup mengelola dan melampaui nafsu-nafsu itu


Fenomena Gus Baha cukup gemuruh. Saya sangat suka. Bagi saya, ada semacam oase dalam dirinya yang segar penuh harapan. Ceramahnya menerangi dengan hangat.

