Tawassuth fi al-Din: Bersikap Sewajarnya dalam Beragama
Bersikap sewajarnya dalam beragama merupakan hal yang penting. Berada di posisi tengah-tengah dengan tidak berlebihan menjalankan syariat,
Bersikap sewajarnya dalam beragama merupakan hal yang penting. Berada di posisi tengah-tengah dengan tidak berlebihan menjalankan syariat,

Fenomena kesenian wayang dalam akulturasi budaya dan tradisi dalam penyebaran Islam adalah contoh nyata bagaimana wujud Islam Moderat dengan mengambil jalur tengah dalam berdakwah.

Agama yang paling dicintai Alah adalah agama yang hanif dan tidak menyulitkan dan mempersempit hidup.

Islam adalah agama kontekstual, yang sesuai dengan perubahan zaman, namun harus kita akui masih kesulitan untuk beradaptasi terhadap perubahan dunia yang begitu cepat.

Buya Syafii sangat peduli pada keadilan sosial, kesetaraan dan kemanusiaan, menolak kekerasan dan keserakahan.

Islam moderat tidak akan tumbuh dari watak fanatisme, yang segala sesuatu dilakukan atas cinta yang berlebihan terhadap suatu kelompok, malah hal yang demikian secara tidak langsung menjatuhkan marwah Islam itu sendiri

Pemikiran teologi K.H. Hasyim Asy’ari sejalan dengan formulasi Asy’ariyah dan al-Maturidiyah

Belajar agama di internet (ngaji kiai Google) memiliki dampak negatif. Contoh banyak orang tidak pernah ngaji fikih, tetapi ngomongnya fikih kelas 'dewa' hanya karena dia mempunyai data tersebut dari internet dan medsos.

NU memiliki sikap oposisi yang tegas kontra-radikalisme yang itu tercermin secara jelas dalam keputusan-keputusan resmi lembaga, Muhammadiyah lebih menunjukkan karakter yang lebih soft.
![[Review Buku] NU dan Muhammadiyah Pionir Moderatisme Islam di Indonesia](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-3-6-825x510.png)
Grand Syeikh Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, M.A., menilai tokoh al-Azhar yang satu ini menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama, nilai-nilai kebangsaan, dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai.
