Duta Besar RI untuk Mesir Resmikan Kedai Kopi Knoz El Bon di Alexandria, Mesir
Kami bangga kopi Indonesia dipercaya menemani keseharian warga Mesir. Karena itu, kami optimistis kota Alexandria dapat menjadi pusat penyebaran kopi Indonesia di Mesir.
Kami bangga kopi Indonesia dipercaya menemani keseharian warga Mesir. Karena itu, kami optimistis kota Alexandria dapat menjadi pusat penyebaran kopi Indonesia di Mesir.


Biasanya jika ingin membaca novel karya Dan Brown ini aku pergi naik ke suthuh ditemani langit sore Mesir yang terang.
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Ketujuh](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Ketujuh](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
Aku masih diam karena memang tidak tahu apa dan siapa yang mereka bicarakan. Tapi dari yang kusimpulkan, KSW akan mengadakan acara diskusi dengan pemateri yang sepertinya orang spesial. Melihat betapa semangatnya Ning Lisa menerima telepon tadi.
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Kelima](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Kelima](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
Jangan kaget kalau ada alumni Universitas al-Azhar di Indonesia, tapi tidak merepresentasikan keilmuan al-Azhar. Mereka selama ini tidak pernah belajar dengan masyayikh. Mereka hanya mencari gelarnya saja. Tak lebih.


“Izzayik, Ya Hanaa. Min Ein?” sapa Ablah Bebah saat aku melintas melewati taman yang menjadi titik pusat asrama. Ablah Bebah adalah pengurus yang biasa mengurus bagian dapur dan urusan menu makanan kami.
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Kedua](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Kedua](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
[Cerita Bersambung] Pria berkemeja navy, yang baru saja tampil bak pahlawan bagiku itu, kemudian mempersilakanku menempati tempat duduk yang kosong. Di sebelahku ia menyusul duduk dengan posisi di ujung sembari meletakkan tasnya di tengah-tengah kami.
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Pertama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Pertama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
Melalui al-Haqiqah al-Ghaibah ini, Fouda memblejeti sisi kelam dari sejarah Islam sejak khulafaurrasyidin hingga zaman Umayyah dan Abbasiyah.
![[Resensi] Ketika Faraj Fouda Menggugat Sejarah yang Mapan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/96085244_10158226244042071_5279123717182455808_o-960x576.jpg)
![[Resensi] Ketika Faraj Fouda Menggugat Sejarah yang Mapan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/96085244_10158226244042071_5279123717182455808_o-960x576.jpg)