Konten untuk Surga? Antara Dakwah, Branding, dan Algoritma
Di era digital, keikhlasan sulit diukur. Kita tidak bisa menandainya, dan paling penting ia tidak bisa menjadi tren.
Di era digital, keikhlasan sulit diukur. Kita tidak bisa menandainya, dan paling penting ia tidak bisa menjadi tren.


Mindfulness dalam bentuk populernya sering kali berfokus pada menenangkan pikiran. Namun, spiritualitas Islam lebih dari itu, bertujuan untuk memurnikan hati


Esmat mengajarkan satu hal penting bahwa satu kalimat yang ditulis dalam sepi bisa lebih mengubah dunia dibanding pidato di depan massa.


Filsafat di era digital tidak lagi tentang jawaban, melainkan lebih tentang undangan. Filsafat adalah tentang menanamkan pemikiran yang bertahan setelah konten singkat berakhir.


Kekerasan tidak bisa dimaklumi, apalagi dinormalisasi. Negara harus hadir menegakkan hukum dan melindungi setiap warga, tanpa pandang mayoritas atau minoritas, demi keadilan dan keutuhan bangsa.


Doa, pada hakikatnya, adalah sebuah hubungan, sebuah pengakuan akan kerentanan kita, kebutuhan kita, dan hubungan kita dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.


Di tengah dunia yang bising dan terpecah, tafakur bukan pelarian, tapi kebutuhan. Ia menuntun hati menemukan makna, arah, dan ketenangan dalam hiruk-pikuk zaman.


Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tapi tentang pengorbanan, perjuangan, dan ketangguhan dalam beragama serta kepedulian nyata kepada sesama.


Dalam bahasa sehari-hari, toleransi sering dipuji sebagai keutamaan mendasar dari masyarakat demokratis. Toleransi diserukan dalam pidato politik, kurikulum sekolah, dan dialog antaragama sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan, terutama dalam konteks keberagaman. Namun, di balik permukaannya yang tampak terbuka dan damai, gagasan toleransi itu sendiri menyembunyikan kebenaran yang tidak mengenakkan. Toleransi mengandung benih-benih ketidaksetaraan dan dominasi […]


Salat sebagai salah satu kewajiban yang mesti dilaksanakan muslim perlu dibaca kembali dengan perspektif baru. Berakar pada gerakan tubuh yang tepat dan waktu yang terstruktur, salat ialah koreografi ritmis yang dilakukan lima kali sehari, menyelaraskan tubuh dengan ritme perintah Tuhan. Namun, bagaimana jika kita menilik praktik ini bukan hanya dengan lensa disiplin spiritual atau kewajiban […]

