Makna Khusyu’ dalam Alquran
‘Bagaimana Anda bisa fokus kepada Allah, padahal tiada satupun di dunia ini yang menyamai-Nya?’
‘Bagaimana Anda bisa fokus kepada Allah, padahal tiada satupun di dunia ini yang menyamai-Nya?’


Dalam ujian kehidupan ada yang berhasil, namun ada pula yang gagal dalam mengahadapi ujian itu. Yang berhasil akan semakin bertambah keimanannya pada Allah dan yang gagal akan semakin berputus asa dari Rahmat Allah, bahkan ada pula yang sampai kufur kepada Allah.


Dalam istilah Jawa, hidup itu seperti perputaran roda pedati atau cakra manggilingan. Terkadang kita berada di atas terkadang berada di bawah. Orang yang berada di atas biasanya pernah di bawah. Begitu pula sebaliknya.


Orang sesuci Handhalah r.a dan Abu Bakar r.a mengaku munafik di mana-mana. Mengapa ada di antara kita yang justru sibuk memberi label munafik pada orang lain.


Kebanyakan dari diri kita terkadang mencemaskan tentang kondisi hari esok yang tidak diketahui akan seperti apa.


Sulaiman bin Daud AS sedang duduk di tepi laut. Pagi ketika menikmati angin segar, kebetulan ia melihat seekor semut berjalan membawa sebiji gandum menuju laut yang sedang pasang.


Dalam proses turunnya wahyu yang pertama ini, ada bagian yang seringkali dipandang sebagai hal yang biasa saja, namun sebetulnya memiliki esensi yang mendalam ketika diulas lebih jauh.


Seseorang bisa diangkat derajatnya menjadi wali bukan karena ia tidak memiliki nafsu basyariah, tapi karena sanggup mengelola dan melampaui nafsu-nafsu itu


Hidup adalah kumpulan detik-detik waktu yang harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya.


Niat itu penting dan niat baik dicatat sebagai kebaikan meski baru sampai niat, karena niat tidak ada riya’-nya. Berbeda dengan amal, yang sedikit banyak tercampur dengan riya’

