Sarung Sang Guru (4)
Bukan nama besar sekolah dan kampus yang akan menentukan masa depan kita: tapi komitmen, kesungguhan dan tak kenal menyerah dalam menuntut ilmu yang menjadi ukuran keberhasilan kita kelak.
Bukan nama besar sekolah dan kampus yang akan menentukan masa depan kita: tapi komitmen, kesungguhan dan tak kenal menyerah dalam menuntut ilmu yang menjadi ukuran keberhasilan kita kelak.


Sederhana bukan berarti tidak berharga. Bersahaja tidak berarti lemah. Justru selalu ada kekuatan besar di balik setiap tindakan kecil yang dilakukan oleh seorang muslim yang berilmu dan bersahaja.


“Setiap orang pada akhirnya akan hidup sendiri dan akan membuat keputusan sendiri dalam hidupnya. Sedekat apapun seseorang dengan orang lain, termasuk dengan orang tuanya, mereka tidak selamanya hidup bersama.


Abu Mahdzurah adalah sosok sahabat dan muazin Rasulullah saw. Ia pemilik suara merdu yang nyaring dan ditugaskan oleh Rasulullah saw. menjadi Muazin di Baitul Haram Mekkah.


Proses menelaah berbagai macam pengetahuan dimulai ketika manusia mendapatkan pengalaman dalam kesehariaannya pada alam sekitar. Proses ini kemudian disebut oleh al-Ghazālī sebagai idrāk atau consciousness.


Orang yang berkata jujur akan mendapatkan tiga hal yaitu kepercayaan, cinta dan rasa hormat. Jujur akan membawa kebaikan di dunia dan akan mengantarkan jalan menuju surga


“Liebe ist etwas ideelles, heiraten etwas reelles. Und nie verwechselt man ungestraft das eine mit dem anderen.” Cinta itu ideal, nikah itu yang nyata. Dan kerancuan antara yang ideal dan yang nyata terkadang memunculkan masalah.


Saat pandemi seperti sekarang boleh saja Ka’bah sepi, tapi tidak di hati para abdi. Biar mulut tertutup masker, tapi hati bertahmid dan bertakbir.


Memaafkan di tengah pandemi tidak harus berjabat tangan ataupun bertemu secara langsung. Memaafkan juga tidak dibatasi pada momen lebaran semata, tetapi bisa kapan saja sepanjang manusia memiliki niat baik untuk memperbaiki apa yang telah diperbuat selama menjalani kehidupan


Aku dan orang yang mengasuh anak yatim (kedudukannya) di surga nanti seperti ini (sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau Saw. serta agak merenggangkan keduanya)

