[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [2]: Pesan tentang Keputusan
Mbah kan sudah tua, saya pikir sudah agak lemah kalau untuk bekerja, ya barangkali Mbah memunguti kamboja-kamboja untuk itu.
Mbah kan sudah tua, saya pikir sudah agak lemah kalau untuk bekerja, ya barangkali Mbah memunguti kamboja-kamboja untuk itu.
![[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [2]: Pesan tentang Keputusan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-1-825x510.png)
![[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [2]: Pesan tentang Keputusan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-1-825x510.png)
Penentuan makna suatu wacana hukum bergantung pada dua unsur: konteks linguistik teks dan makna redaksi teks.
![Ngaji Maqāsid [3]: Memahami Maqāsid al-Khitāb al-Syar’ī](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-2-1-825x510.png)
![Ngaji Maqāsid [3]: Memahami Maqāsid al-Khitāb al-Syar’ī](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-2-1-825x510.png)
Bayang-bayang Usman seketika berkecamuk di kepala Ranum. Sosok laki-laki yang sedang berusaha di luar sana untuk segera meminangnya. Usman hadir bersamaan dengan setetes air mata ranum yang tak terbendung lagi.
![[Cerpen] Ada yang Tak Ternilai Harganya](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-6-1-825x510.png)
![[Cerpen] Ada yang Tak Ternilai Harganya](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-6-1-825x510.png)
Sebagai sebuah pendekatan dalam istinbāt hukum, maqāsid menempati posisi strategis dalam melahirkan produk hukum yang humanis-kontekstual. Meski demikian, bukan berarti ijtihād maqāsidī bebas dan liar tanpa ada batas tertentu sebagai rambunya.
![Ngaji Maqāsid [2]: Batas Nalar Ijtihād Maqāsidī](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-825x510.png)
![Ngaji Maqāsid [2]: Batas Nalar Ijtihād Maqāsidī](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-825x510.png)
Melihat isi tas itu, mengingatkanku pada akhir hayat dari Sinan bin Anas bin Amr Nakhai, Khawali bin Yazid, dan Shamir bin Dzil Jawsan. Orang-orang yang tanpa ampun mengorok serta menyiksa cucu Nabi saw.
![[Cerpen] Pengantin Surga](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-1-1-825x510.png)
![[Cerpen] Pengantin Surga](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-1-1-825x510.png)
Selain rasanya yang khas, para pelanggannya kerap mendapatkan pertunjukan drama gratis. Pemainnya tidak lain adalah mang Asep dan istrinya sendiri
![[Cerpen] Soto Mang Asep, Bonus Pertunjukan Drama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-1-825x510.png)
![[Cerpen] Soto Mang Asep, Bonus Pertunjukan Drama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-1-825x510.png)
Gila lari menuju ke tempat persembunyian Cinta. Ia mengambil kayu berduri sebesar tombak. Ia menggunakannya untuk menusuk-nusuk Cinta dengan sembarangan dan sekenanya untuk memaksa Cinta keluar dari persembunyiannya.


Ketahuilah bahwa perjalanan dibagi menjadi dua; pertama, perjalanan badan yaitu pindahnya badan dari satu tempat ke tempat yang lain. Kedua, perjalanan hati yaitu peningkatan sifat (karakter) ke sifat yang lebih baik.


Menarik untuk menganalisis ijtihad Umar ibn Khattāb tentang kebijakannya dalam menghukum qishāsh (قصاص) terhadap seluruh pelaku tindak pidana pembunuhan secara berjemaah.
![Ngaji Maqāsid [1]: Ijtihād Maqāsidī ala Umar Ibn Khattāb](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-1-9-825x510.png)
![Ngaji Maqāsid [1]: Ijtihād Maqāsidī ala Umar Ibn Khattāb](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-1-9-825x510.png)
Apakah mereka yang membunuh Sayyidina Husein kelak masih berharap mendapat Syafa'at datuknya Rasulullah di padang mahsyar?

