






Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Pertanyaan sederhananya apakah pribumisasi itu sebuah strategi saja? atau suatu pilihan permanen.

Gus Dur memiliki kontribusi yang luar biasa dalam pengembangan hukum Islam di Indonesia yang mana karakteristik pemikiran fikih Gus Dur tergolong dinamis dan kontekstual (Al-Waqi) serta humanistik

Isu perempuan dan keluarga bukanlah isu yang sifatnya personal. Kita bicara dengan sistem kehidupan kita bersama untuk mewujudkan keadilan hakiki yang benar- benar adil, makmur dan sentosa

Reformasi 1998 berakhir ketika Presiden Gus Dur dijatuhkan. Upaya untuk melakukan koreksi model pembangunan Orde Baru berhenti.

Wisnu prasetya, dosen kajian Media di UGM, dalam acara TUNAS Gusdurian menyebutkan bahwa selama ini tumbuh kultur ketakutan di internet.

Laki-laki dan perempuan tidak hanya berbeda secara anatomi fisik biologi tetapi juga beda secara sosial. Dua hal ini yang harus diperhatikan untuk mencapai keadilan hakiki perempuan

Gus Dur meneladankan bahwa sikap lemah lembut dengan mengedepankan dialog adalah solusi melerai masalah, bukan dengan kekerasan

Otoritas- otoritas ini penting untuk membuat islam berdasarkan pengalaman kita disini punya reputasi dan kredibilitas, punya legitimasi kultural yang kokoh dan solid

Sungai merindukanmu, Gusdur. Seperti kau, Selalu rindu hujan rahmat dari langit membasahi Indonesia

Kesantrian humanis ala Gus Dur ini, merupakan ekstraksi dan aplikasi kesalehan tradisional khas pesantren ke dalam universalitas nilai dan praksis kemanusiaan
