









Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

Marie Curie menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan bukan milik laki-laki atau elit semata, melainkan alat pembebasan. Dari laboratorium hingga medan perang, ia membuktikan sains bisa menjadi perlawanan dan solidaritas.

Empat sifat mulia—sabar, rendah hati, dermawan, dan berbudi luhur—dapat mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah, meski ilmu dan amalnya sedikit, sebagaimana nasihat Syekh Junaid al-Baghdadi dalam Ihya’ Ulumuddin."

Berbagai kasus intoleransi terjadi hingga pertengahan 2025 disebabkan karena mayoritarianisme agama tertentu.

Takdir menawarkan gagasan tentang makna di tengah kekacauan, tetapi juga mengguncang keyakinan akan agensi manusia.

Gus Awis berpesan pada santrinya tiga hal yaitu mengingat kebaikan orang tua, mengkonsumsi makanan halal dan baik, dan membiasakan berkata jujur dan baik.

Guru madrasah swasta memiliki peran mulia namun tidak sebanding dengan gaji yang diterima.

Tuhan mungkin mengizinkan penderitaan, tetapi manusia sering kali menjadi instrumennya. Maka, ini bukan lagi tentang kebaikan Tuhan, melainkan tentang tanggung jawab manusia.

Rasuna Said bukan hanya nama jalan. Ia adalah suara keberanian perempuan yang menyatukan iman, ilmu, dan perlawanan; menantang pendidikan yang membungkam, agama yang membatasi, dan kekuasaan yang melupakan janji-janji keadilan

Dakwah di era digital berubah menjadi tontonan, mengkomodifikasi agama demi engagement dan melahirkan "fast food spiritual"

Keikhlasan sering diremehkan dalam ekonomi perhatian di medsos saat ini. Ia tidak menjadi tren, sebab ia tidak menghasilkan uang, tak menghasilkan apa-apa.
