









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Perubahan perilaku #dirumahsaja saat pandemi ini bisa mengakibatkan kejenuhan, rasa takut bahkan stress tingkat tinggi.

Di balik ujian sakit Kiai Asrori pada tahun 2007, beliau akhirnya fokus pada penataan PP Assalafi Al Fithrah dan mengembangkan ragam pembahasan dalam kitab al-Muntakhabāt sehingga berkembang menjadi lima jilid.
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 3-habis]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
Karya monumental Kiai Asrori ini mencerminkan kematangan keilmuan dan pemikiran penulisnya, hingga para ulama, baik lokal maupun internasional ikut memberkati, memberi pengantar dan mengapresiasinya.
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
Metode penulisan Kiai Asrori dalam karya ini adalah intertekstual dan intratekstual, yaitu mengomunikasikan antar-ayat al-Qur’ān, hadis-hadis dan pendapat ulama, baik dari ulama tafsir, ulama hadis, dan ulama tasawuf.
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
Khazanah keilmuan Islam yang dimiliki oleh kaum minoritas ini sering kali tidak terjamah dan bahkan hampir terlupakan. Salah satu karya monumental tersebut adalah Al-Qur’an Terjemah Bahasa Bali.

Komunis-PKI berbahaya, tapi komunis berjubah khilafah ala HTI lebih berbahaya.

“Ibu, keluhannya apa?” “Saya ambeien, Dokter.” “Lho keluhan kok ambeien. Apa kalo BAB keluar tulisan ambeien gitu?” “Saya dulu pernah operasi ambeien.” “Maaf, yang saya tanyakan keluhan yang ibu rasakan sekarang apa?” “Kalo BAB sakit.” “Nah gitu. Diagnosis ambeien apa tidak biar saya yang memastikan. Karena kalau benar ambeien harusnya tidak sakit.”
![Nasihat-nasihat Dokter Kepada Pasien [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/personal-medico-hospital-doctores_88272-828.jpg)
integrasi keilmuan ini akan mendorong implementasi “tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.”

Yaa Allah, Berilah karuniamu untuk mengunjungi rumahmu yang agung dan rosulmu yang mulia, di tahun ini dan setiap tahun, dengan keadaan sebaik-baiknya

“Yai, kami sebenarnya terheran-heran dengan sikap panjenengan selama ini. Mengapa jenengan begitu akrab dengan mbah Kemis? Padahal beliau kan dukun. Bukankah pergi ke dukun termasuk perbuatan yang tidak terpuji?”
